PASKA BENCANA LONGSOR, WARGA TUNTUT PIHAK PENGELOLA PERTOKOAN SEGERA MELAKUKAN NORMALISASI AIR -->

Adsense




PASKA BENCANA LONGSOR, WARGA TUNTUT PIHAK PENGELOLA PERTOKOAN SEGERA MELAKUKAN NORMALISASI AIR

87 Online News
Sabtu, 12 November 2016

Sukabumi- Paska bencana longsor turap penahan tebing bangunan pertokoan mewah di Cibadak Sukabumi Jawa Barat yang terjadi Kamis malam,(10/11).  Warga sekitar bencana longsor meminta pihak pengelola pertokoan dan pemerintah terkait segera melakukan upaya normalisasi pengerukan material bangunan yang masih menutup aliran sungai.

Pasalnya, jika normalisasi air sungai tidak segera dilakukan warga khawatir air sungai meluap dan menggerus tebing-tebing yang berada diseberang titik lokasi bencana, yang merupakan pemukiman penduduk sehingga nantinya menimbulkan bencana longsor baru, tutur Iham salah seorang warga yang juga tokoh kepemudaan Kampung Pojok, Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat, (11/11).

Sebelum kejadian jelas ILham, terdengar bunyi bergemuruh dan menggelegar seperti bunyi ledakan,sampai terdengar oleh masyarakat dua RT yaitu warga RT04 dan RT05 RW 15 Kampung Pojok. Setelah dicek oleh warga ternyata titik suara berasal dari bangunan gedung pertokoan, tepatnya turap penahan tebing dan sebagian bangunan yang masih dalam tahap proses pengerjaan ambruk dan menutupi aliran sungai Leuwipanjang,jelasnya."

Dikatakan Ilham, bahwa bangunan ambruk berasal dari Ruko disebabkan turap atau pondasi penahan tebingnya ambrol. sepengetahuan saya pihak pengelola bangunan membuat pondasi dibawah dibibir sungai itu keatas kurang lebih 3 meter kemungkinan pondasi trsebut tidak diimbangi saluran pembuangan air sehingga beban air dari atas menjadi berat dan pada akhirnya menimbulkan bencana longsor. Saat ini saya bersama warga lain meminta kepada pihak terkait bahwa benda-benda yang berada ditengah sungai segera diangkat supaya air normal kembali karena, kalau misalnya tertutup, itu akan menjadi bencana yang lebih besar. Dan kita belum fokus ke hal-hal lain yang menyangkut masalah perijinan bangunan Ruko. Saat ini,kita hanya fokus bagaimana air sungai yang tertutup material reruntuhan bangunan kembali normal, ungkapnya.

Masih kata Ilham, jika tidak segera di normalisasi itu akan mengancam untuk warga RT 05 yang terdiri dari 48 Kepala Keluarga (KK) dan yang terancam itu ada dua belas bangunan di sekitar bantaran sungai,"ya" lebih baik kita sedia payung sebelum hujan jangan sampai menunggu hal yang tidak diinginkan terjadi. Dan kabarnya hari ini akan dipasang alat patok untuk dilakukan pengangkatan material yang terdiri dari bongkahan-bongkahan bangunan karena kalau menggunakan tenaga manusia itu tidak akan selesai satu bulan. Yang terpenting keinginan warga mempercepat proses pengangkatan material puing bangunan dan proses normalisasi air. karena diprediksi hujan setiap hari sedangkan sungai ini menerima dua aliran dari arah sukabumi dan arah nagrak.

Kini kami merasakan imbas dari bencana longsor tersebut kami bersama warga tidak merasa nyaman terutama saya karena rumah saya percis dibelakang longsoran ini." Jadi untuk saat ini saya bersama keluarga sudah mengungsi ke rumah orang tua,  intinya karena musim hujan masih berlanjut kemudian aliran sungai masih terus  deras airnya membuat warga semuanya tidak tenteram. Dan jika masih belum ada tindakan baik dari pemerintah maupun dari pihak pengelola kami bersama warga akan menuntut pihak pengelola bila perlu kami akan melakukan aksi demo, tegasnya."

Menanggapi keinginan warga, Camat Cibadak  Abdul Rivai sudah mengintruksikan kepada pihak pengelola Ruko untuk segera melakukan normalisasi air sungai, saya sudah tegaskan kepada mereka untuk segera mencari solusi bagai manapun material bangunan yang menutupi badan sungai harus segera diangkat agar tidak menimbulkan dampak lain. terkait permasalah pelanggaran ijin itu akan kita bahas dengan pihak perijinan, pungkasnya. (Dd)