Bangunan Pertokoan Mewah Yang Terkena Bencana Longsor, Ternyata Melanggar IMB -->

Adsense




Bangunan Pertokoan Mewah Yang Terkena Bencana Longsor, Ternyata Melanggar IMB

87 Online News
Kamis, 10 November 2016

 

SUKABUMI - Bangunan dan turap penyangga pertokoan Komplek pertokoan mewah di Jalan Siliwangi Cibadak, Kelurahan/Kecamatan Cibadak yang berada diatas tebing setinggi 40 meter mengalami longsor. Akibatnya, puluhan bangunan Ruko yang berdiri di garis sempadan Daerah Aliran Sungai (DAS) Leuwi Panjang terancam ambruk.

Ahmad Nurjaman, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menuturkan, peristiwa longsor yang terjadi pada hari Kamis, (10/11) sekira pukul 01:30 WIB akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Sukabumi. Longsoran tebing dengan ketinggian 40 meter dan panjang 80 meter tersebut menutup aliran sungai leuwi panjang. "Bongkahan material  turap penahan tebing komplek pertokoan dan sebuah bangunan yang ambruk menyumbat aliran sungai, dan imbasnya debit air sungai naik hingga merusak kolam ikan milik warga," tutur Ahmad.

Tidak hanya itu, lanjut Ahmad, puluhan rumah warga yang berada di seberang lokasi bencana lonsor tepatnya di Kampung Pojok juga terancam tertimpa reruntuhan longsor serta terendam banjir jika material tanah longsoran tidak segera dievakuasi. "Untuk mengantisipasi hal itu, kami dibantu warga bergotong royong secepatnya mengevakuasi material bangunan yang menutup aliran sungai," kata Ahmad.

Terpisah, Camat Cibadak Abdul Rivai menyebutkan, sebetulnya lokasi tersebut tidak dipruntukan membangunan pertokoan mewah. Rekomendasi ijin awalnya adalah untuk bangunan warung lesehan. "Dan, waktu itu Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) mengeluarkan rekomendasi juga bahwa bangunan harus berdiri 10 meter  jaraknya dari bantaran sempadan sungai. Ternyata setelah saya cek bangunan tersebut sudah melanggar rekomendasi ijin yang dikeluarkan dan berada di garis sempadan sungai,"ungkapnya.

Atas kejadian itu, Abdul Rivai menegaskan kepada pengelola bangunan tersebut harus segera menangani bekas material longsoran yang menutup aliran sungai. "Kalau bangunan, saya intruksikan untuk di bongkar karena sudah melanggar rekomendasi perijinan. Sedangkan, rekomendasi Ijin yang diberikan pihak kecamatan adalah rumah makan lesehan. IMB yang keluar itu IMB rumah makan lesehan, tapi ternyata ada penginapan kos-kosan sampai 2 lantai. Jadi, dengan jelas saya katakan pengelola sudah melanggar rekomendasi ijin yang dikeluar pihak Kecamatan," tegas Camat, geram.

Dia juga mengungkapkan, bahwa perijinan yang dikeluarkan oleh BPMPT berbeda dengan ijin yang direkomendasikan sebelumnya. "Ternyata dari ijin BPMPT nya ijin rumah makan lesehan plus penginapan, padahal saya hanya mengeluarkan ijin untuk rumah makan lesehan. Jadi saya tidak tahu bahwa disitu dibangun penginapannya juga, untuk keterangan lebih lanjutnya silahkan saja pertanyakan langsung ke BPMPT," pungkasnya. (DD)