Puluhan Warga Galuga Terkena Penyakit Kulit Dan Gatal-Gatal -->

Adsense




Puluhan Warga Galuga Terkena Penyakit Kulit Dan Gatal-Gatal

87 Online News
Selasa, 11 Oktober 2016

KAB.BOGOR - Puluhan warga Kampung Cisasak, Desa Cijujung Kecamatan Cibungbunglang, Kabupaten Bogor terserang penyakit kulit dan gatal-gatal. Penyakit yang menerpa warga tersebut diduga berasal dari limbah TPA Galuga.

Sebab limbah yang berupa cairan dibuang melalui pemukiman warga tanpa ada pengolahan terlebih dahulu, sehingga mengakibatkan sumur-sumur atau sumber mata air bersih milik warga tercemar. Hal itu berdasarkan hasil uji lab Balai Besar Industri Agro (BBIA) Kementrian Perindustrian.

Meski sumur warga dan lahan pertanian sudah bertaun-tahun tercemar limbah TPA Galuga, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor yang selama ini membuang sampah ke TPA Galuga dinilai belum melakukan tindakan serius dan para pejabat yang sudah mendapat instruksi dari Bupati untuk menangani warga yang terkena dampak limbah dinilai lamban. 

Penilaian tersebut diungkapkan oleh Forum Silaturahmi Warga sekitar TPA Galuga (FOSGA), yang inisiatif dengan membawa para korban limbah itu ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan penanganan medis. "Kami berharap Dinas Kesehatan dan BLH untuk segera turun ke lokasi yang terkena dampak limbah TPA, supaya penyakit kulit dan gatal-gatal tersebut tidak menjalar lebih luas lagi," ujar Koordinator FOSGA Nanang Hidayat, Selasa (11/10).

Saat ini para Ketua RT dan RW setempat sedang mendata penderita penyakit kulit dan gatal-gatal. Hingga kini jumlah yang terdata ada lebih dari 20 orang mulai dari anak-anak, wanita dan pria dewasa.

FOSGA pun kini memutuskan untuk mengambil tindakan hukun dan menggugat Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor atas kerugian yang diderita warga.

Warga korban limbah TPA Galuga menuntut Pemkab dan Pemkot Bogor sebesar Rp 200 milyar. "Tuntutan warga tersebut berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup no 7 tahun 2014 tentang kerugian lingkungan hidup akibat pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup," tegas Nanang. (BD)