Puluhan THM Di Kecamatan Kemang Kembali Menjamur, Satpol PP Segera Ambil Tindakan -->

Adsense




Puluhan THM Di Kecamatan Kemang Kembali Menjamur, Satpol PP Segera Ambil Tindakan

87 Online News
Rabu, 12 Oktober 2016

KEMANG - Selain membongkar puluhan bangunan semi permanen yang digunakan sebagai tempat hiburan malam (THM) yang tak berizin diwilayah kecamatan Cileungsi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor melakukan pembongkaran terhadap puluhan THM yang berada di kawasan desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
 
Selain ttidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) tempat hiburan malam dan cafe-cafe ini juga di sinyalir dijadikan tempat prostitusi oleh para Pekerja Seks Komersial Eksodus Kalijodo Jakarta, serta peredaran minuman keras.

Dengan peralatan seadanya Petugas Pol PP merubuhkan satu persatu bangunan dan mengamankan ratusan botol miras berbagai merek.

Kabid Riksa Satpol PP, Agus Rhido menegaskan bahwa pembongkaran tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan peraturan Daerah tentang ketertiban umum.

"Tugas Pol PP selaku penegak Perda, sehingga para pemilik THM harus sadar dan mengetahui, Perda Kabupaten Bogor Nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum," ujarnya kepada awak media di sela-sela pembongkaran, Rabu (12/10/2016).

Selain itu, kata dia meski pun pembongkaran serta penertiban sudah kerap dilakukan ditempat yang sama, namun pengusaha TMH selalu membangun kembali tempat tersebut.

Dari itu, Ia meminta kerja sama kepada setiap pihak baik masyarakat, maupun instansi dalam hal pengawasan sehingga tidak serta merta di limpahkan kepada Sat Pol PP. Sehingga dapat menekan para pengusaha THM untuk berhenti dan memberi efek jera lewat kerugian material yang dialami dengan adanya pembongkaran dan Program Nobat (Nongol Babat) tetap berjalan.

"Masyarakat sekitar yang merasa dirugikan juga harus peduli dengan melakukan aksi penolakan secara nyata seperti di lakukan di wilayah Cileungsi. Sehingga pembangunan THM tidak berkelanjutan. Setiap bangunan THM hendak berdiri, laporkan ke pengurus setempat, seperti Desa atau Kecamatan sehingga ada ketakutan dari pengusaha THM," pungkasnya.(Irfan Damar Sinaga)