Petugas Satpol-PP Bongkar Paksa Ratusan Bangunan Liar Di Jalur Lingkar Selatan -->

Adsense




Petugas Satpol-PP Bongkar Paksa Ratusan Bangunan Liar Di Jalur Lingkar Selatan

87 Online News
Selasa, 11 Oktober 2016

Sukabumi– Sekitar 150 bangunan liar (Bangli) yang berada di sepanjang jalur lingkar selatan Kabupaten Sukabumi  tepatnya di jalan raya Cibolang – Cisaat dibongkar paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Selasa (11/10/16). Pasalnya, ratusan bangunan semi permanen berupa kios, jongko dan warung itu berdiri diatas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan melanggar garis sempadan jalan.

Pantauan 87onlinenews.com dilokasi Penertiban bangli  nyaris tak ada perlawanan dari warga ataupun pemilik bangunan. Para pemilik nampak memilih pasrah kios, jongko dan warung mereka di robohkan puluhan petugas Sat Pol PP yang dibantu oleh aparat gabungan dari TNI, Polri.

Kasat Pol PP Kabupaten Sukabumi Dadang Eka mengatakan, sebelum dilakukan penertiban, terlebih dahulu pihaknya sudah mensosialisasikan himbauan kepada para pemilik bangunan agar segera membongkar sendiri. Namun, karena tidak diindahkan petugas terpaksa membongkar paksa.

"Sesuai prosedur, kami sudah berikan surat peringatan bahkan tiga kali kami layangkan surat peringatan kepada mareka. Namun, sampai batas akhir hari ini masih ada yang belum dibongkar, sehingga terpaksa dibongkar petugas.

Masih kata Dadang Eka, penertiban bangunan itu sesuai dengan Perda no 10 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat juga sesuai peraturan daerah provinsi jawa barat no 3 tahun 2009 dan no 21 tahun 2012 tentang garis sempadan jalan karena bangunan berdiri di atas bahu jalan. Selain penertiban, hari ini kami juga memasang papan pengumuman disepanjang jalur lingkar selatan tentang larangan mendirikan bangunan atau warung. Dengan adanya papan pengumuman itu diharapkan tidak ada lagi warga yang mendirikan bangunan secara liar,ujarnya.

Sementara itu Eris (30) hanya bisa pasrah bangunan tempat jualannya dibongkar. Eris mengaku sudah menerima surat peringatan pembongkaran sebanyak tiga kali ia juga mengetahui jika hari ini akan dilaksanakan penertiban. Padahal ia dan juga para pemilik kios setiap bulannya selalu membayar uang keamanan sebesar 150 ribu, ada juga yang bayar sampai 500 ribu,ungkapnya. (Dede R)