Mau Putar Arah Ko Malah Ditilang? -->

Adsense




Mau Putar Arah Ko Malah Ditilang?

87 Online News
Senin, 31 Oktober 2016

BOGOR - Mau putar arah malah ditilang?. Pertanyaan tersebut diungkap AM (25) salah seorang pengendara sepeda motor yang terkena tilang saat melintas di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10/16).

AM menuturkan, Dirinya hendak berangkat menjalankan aktivitas di RSUD Cibinong melalui jalur lambat di Jalan Raya Tegar Beriman mulai dari kantor Dispenda. Setibanya di putaran arah terakhir (Putaran Rajibta) sebelum lampu merah dirinya masuk ke jalur cepat dengan bermaksud hendak memutar arah di rambu yang sudah disediakan.

"Tiba-tiba saya di stop oleh salah satu Polwan dengan alasan karena saya lewat jalur cepat, padahal saya memang mau putar arah dan memang kondisinya ketika akan berputar harus menyebrang ke jalur cepat terlebih dahulu,"paparnya.

Menurutnya, tidak hanya dirinya yang diberhentikan, tetapi para pengendara lain pun turut di berhentikan oleh petugas yang saat itu sedang mengatur lalin saat jam sibuk. "Kejadian nya jam 07.00 WIB saat jam sibuk. Polwan nya bilang harusnya jangan lewat jalur cepat, harusnya kalau mau muter di depan. Sedangkan didepan kan tidak ada putaran arah, yang ada lampu merah," jelasnya.

Ironisnya, lanjut MT, kalau saya melanggar marka jalan. Kenapa yang ditulis di surat tilang hanya pasal 281 yakni tidak ada Sim. "Darimana petugas tau kalau pengendara tidak memiliki SIM kalau tidak di stop terlebih dahulu oleh petugas. Dan meski pun saya lewat jalur cepat, ya memang kondisinya seperti itu. Pengendara harus lewat jalur cepat dulu kalau mau muter arah didepannya,"tandasnya.

Sementara, Bimmas Pakansari Cibinong, Dwi Budianto mengatakan, untuk Wilayah Jalan Tegar Beriman memang kawasan Tertib Lalu Lintas, motor diharuskan jalur Lambat. "Itu bukan razia, tetapi penertiban Kendaraan yang melintas jalur cepat," terangnya.

Ketika ditanyakan apakah di putaran Rajibta jika pagi tidak diperbolehkan para pengendaraa memutar arah, Ia menjelaskan, biasanya para pengendara roda dua yang melintas dijalur cepat di stop di depan kantor kejaksaan. "Tidak, biasanya yang lewat jalur cepat di cegatnya pas depan Pemda atau Kejaksaan untuk memantau jalur cepat,"jelasnya.

Saat di konfirmasi melalui Ka Subbag Humas Polres Bogor, namun belum ada tanggapan terkait hal tersebut. "Sudah saya sampaikan kepada pihak Polantas, tapi belum ada jawaban," terangnya melalui messengger akun facebooknya. (IB)