Tak Terima Motor Dirampas Mata Elang, Warga Mengadu Ke LSM -->

Adsense




Tak Terima Motor Dirampas Mata Elang, Warga Mengadu Ke LSM

87 Online News
Senin, 17 Oktober 2016


SUKABUMI - Sejumlah ormas yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM - GMBI) mendatangi kantor NSC finance yang beregerak dibidang pembiayaan kredit di Jalan Rambay Cisaat, Sukabumi, Senin (17/10).

Kedatangan mereka di picu dari peristiwa perampasan sebuah kendaraan bermotor milik SS (16) seorang pelajar salah satu sekolah SMK di Sukabumi, yang dilakukan oleh oknum Dept Colector NSC Finance yang diduga tampa menempuh prosedur yang sah.
 
Menurut pengakuan SS, dirinya kaget ketika sepulang sekolah yang tiba-tiba motor yang dikendarainya diberhentikan oleh sekelompok orang tak dikenal dan dirinya dipaksa untuk menyerahkan motor tersebut. "Mereka mengaku dari pihak leasing NSC Finance, dan menurut mereka motor saya ini bermasalah hutang piutang dengan pihak NSC Finance. Karena takut, saya langsung menyerakan motor saya kepada kelompok orang tersebut," tuturnya. SS yang tidak terima motornya dirampas lalu menghubungi orang tuanya dan kemudian orang tua korban langsung mengadukan kejadian tersebut ke kantor LSM GMBI.
 
Sementara itu,  pihak GMBI menyayangkan  atas kejadian tersebut dan menilai pihak leasing  NCS Finance telah bertindak semena-mena terhadap nasabahnya. "Saya menyayangkan pihak leasing sangat arogan terhadap masyarakat. Karena itu, kami LSM GMBI selalu siap untuk membantu apabila ada pengaduan dari  masyarakat yang telah diperlakukan secara tidak adil oleh pihak leasing ataupun pihak lain," tegas Dikky Tato, panglima LSM GMBI kepada awak media.

Masih kata Dikky, kejadian ini bukan hal yang baru, melainkan sudah menjadi fonemena di masyarakat."Ini tentu saja sangat meresahkan warga, karena dengan sikap arogan Debt Collector yang mencegat pengendara motor dan merampasanya. Ini adalah merupakan tindak pidana, dan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan," ujarnya.

Motor SS di rampas ketika pulang dari sekolah, SS dipaksa harus menyerahkan kendaraan yang sedang dipakainya dengan alasan motor tersebut masih terlibat permasalahan hutang-piutang dengan pihak NSC Finance. "Maka dari itu, hal ini tidak bisa kita abaikan dan akan kita dorong terus supaya hal semacam ini segera diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku,"tandas Dikky. (DR)