TALUD MELANGGAR SEMPADAN JALAN, BPMPT KLAIM SUDAH SESUAI ATURAN -->

Adsense




TALUD MELANGGAR SEMPADAN JALAN, BPMPT KLAIM SUDAH SESUAI ATURAN

87 Online News
Kamis, 22 September 2016

Sukabumi- Permasalahan jarak sempadan jalan dengan talud atau tembok penahan tanah (TPT) proyek pembangunan tahap pertama gedung Kantor Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan (CPDP) Provinsi Jawa Barat Wilayah Kabupaten Sukabumi 1 Cibadak yang berlokasi di Jln Raya Siliwangi Karangtengah Cibadak ini masih menuai kontroversi. Masing-masing memberikan pandangan yang berbeda antara Dinas Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Kecamatan Cibadak terkait ijin pembangunan Talud yang melanggar batas sempadan jalan.

Dalam hal ini pihak kecamatan Cibadak  mengharapkan agar talud tersebut disesuaikan dengan izin mendirikan bangunan (IMB) yang sudah dikeluarkan oleh Pemkab Sukabumi melalui Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT), yaitu harus mundur 2,5 meter dari tepi jalan. Pembangunan tetap harus sesuai dengan IMB  bahwa pembangunan Talud harus mundur 2,5 meter sesuai dengan intruksi pa camat pada waktu itu,tutur H Royani Sekretaris Kecamatan Cibadak kepada wartawan Kamis,(22/09).

Secara regulasi yakni dalam hal ini Pergub nomor 03 Tahun 2009 pasal 6 huruf b dinyatakan dengan jelas bahwa untuk menjaga fungsi Jalan jaraknya tidak kurang dari 7,5 meter dari jalan raya.Royani mengaku tidak puas atas kebijakan Dinas BPMPT mengenai  ijin yang diberikan. "Yang jadi persoalan itu kan bukan pagar, melainkan TPT-nya harus mundur. Tapi kenapa jadi pagar yang harus dibangun mundur 2,5 meter dari atas talud itu," imbuhnya.

Dilain pihak Syarifudin Rahmat Kabid Perijinan Pada Dinas Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) mengatakan, Sempadan jalan  merupakan badan jalan atau ruang yang memiliki ruang manfaat Jalan. Hasil konfirmasi bahwa bangunan terlalu dekat dengan jalan sudah kita tinjau, sebetulnya ketentuan garis sempadan jalan di situ sudah sesuai dengan Perda provinsi jawa barat dan itu berdasarkan dengan undang-undang PP dan Permen PU tentang garis sempadan Jalan. Disitu disebutkan kolektor primer jalan yaitu 7,5 meter dari bahu jalan.

Talud Pembangunan dibuat tujuannya untuk menahan tanah supaya tidak longsor dan berfungsi untuk penahan air. Syarif berdalih jika talud tidak dibuat tidak ada penopang tanah, dan air bisa saja langsung kejalan imbasnya, air juga akan sangat membahayakan untuk pengguna jalan,ungkapnya.

Pandangan saya bahwa talud itu adalah titik penopang tanah  itu perlu dipahami oleh semuanya nanti bangunan talud  awal tidak akan berubah, paling juga  pagar yang harus sesuaikan. Ketentuannya harus dimundurkan 2,5 meter. Jadi pada prinsipnya pembangunan talud tersebut sudah sesuai aturan,kilahnya.