Ads Atas

header ads

Puluhan Rumah Terendam Banjir, Warga Tuding Perumahan Taman Soka Dan Nusa Indah Jadi Penyebab

 
KOTA BOGOR - Hujan deras yang terjadi di wilayah Bogor, Selasa (6/9/16) sekitar pukul 20.00 WIB, mengakibatkan puluhan rumah warga Kampung Ciheuleut RT 02/06, Kelurahan Cibuluh dan Kampung Sindang Sari RT 04/11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara kembali terendam banjir.

Adang, salah satu warga kampung Ciheuleut RT 02/06 mengatakan, banjir yang merendam puluhan rumah warga itu terjadi karena luapan Sungai Ciheuleut yang semakin menyempit akibat adanya pembangunan perumahan Taman Soka dan perumahan Nusa Indah serta penyempitan dihilir yakni di perumahan Tanah Baru.

Foto: Ketinggian air hingga setengah bangunan rumah, warga berdiri diatas tembok pembatas teras
Menurutnya, sebelum adanya pembangunan perumahan, sungai tersebut memang sering banjir namun tidak pernah separah ini. "Sebelum ada perumahan memang sungai itu sering banjir, tapi airnya ke kebun bukan ke pemukiman warga. Setelah dibangun perumahan, salurannya digeser dan di persempit. Jadi kalau sungainya meluap, tambah lagi di hilir alirannya makin menyempit. Warga disini yang kena imbasnya," ungkap Adang.

Karena itu, ia meminta agar pihak Pengembang dan Pemkot Bogor memperhatikan kondisi ini serta mencarikan solusinya. "Saya minta kepada pihak PT. Inti selaku pengembang perumahan dan Pemerintah Kota Bogor agar memperhatikan nasib kami warga disini, carikan solusi apakah dengan pengerukan atau membuat sodetan dihilir seperti yang sudah dijanjikan pemkot Bogor beberapa tahun lalu," ujarnya.

Adang juga mengatakan, banjir tersebut merupakan yang kedua kalinya. "Ini banjir besar yang kedua kalinya, sebelumnya sampai ada rumah yang jebol dihantam aliran air sungai yang cukup deras,"tandasnya.

Hal senada di ungkapkan Rudi, salah satu warga Sindang Sari RT 04/11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. "Kejadian ini sejak dibangunnya Perumahan Nusa Indah dan Taman Soka. Sehingga tidak ada serapan air dan aliran sungai dipersempit. Kalau dulu sering banjir tapi tidak sampai seperti ini," ungkapnya.

Rudi mengatakan, meski sudah berulang kali dirinya melaporkan kondisi tersebut baik kepada  pihak perumahan maupun pemerintah kota Bogor bahkan kepada wakil wali kota, Usmar Hariman. "Namun sampai saat ini tidak pernah ada tanggapan sedikit pun. Pemkot Bogor malah sibuk ngurusin taman, SSA dan proyek-proyek yang berduit," ujarnya dengan nada kesal. Menurutnya, Pemkot bogor melalui dinas terkait telah berjanji akan membuatkan sodetan di dekat kantor damkar atau rusunawa."Tapi sampe sekarang gak ada realisasinya,"ujar Rudi.

Pantauan dilokasi, ketinggian air akibat luapan sungai yang membanjiri rumah warga mulai setinggi lutut hingga dada orang dewasa. Warga terlihat sibuk untuk menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka, bahkan beberapa barang elektronik seperti mesin cuci, lemari es dan perabotan rumah tangga lainnya tak sempat terselamatkan. 

Hingga pukul 23.00 WIB air mulai surut, tidak terlihat satu pun pihak terkait baik ketua RW setempat mau pun pihak dari kelurahan Cibuluh yang turun meninjau ke lokasi.

Lain halnya dengan Lurah Tanah Baru, Drs. Sihabudin ketika mendapatkan informasi bahwa warganya terkena banjir, dirinya langsung meninjau kondisi di wilayah. "Iya, terima kasih atas informasinya. Saya sedang di lokasi banjir di RW 01," kata Sihabudin lurah Tanah Baru melalui pesan singkatnya. (IB)

Posting Komentar

0 Komentar