Ratusan Pasutri Di Kampung Tapos Belum Memiliki Akta Nikah -->

Adsense




Ratusan Pasutri Di Kampung Tapos Belum Memiliki Akta Nikah

87 Online News
Sabtu, 17 September 2016

BOGOR - Sebanyak 118 dari 131 kepala keluarga yang berada di Kampung Tapos, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, Jawa Barat belum memiliki akta nikah.

Data tersebut diperoleh dari hasil survei tim advokasi dan penggerak program kampung Keluarga Berencana dalam rangka menindak lanjuti sekaligus membekali para mitra kerja dalam penguasaan langkah-langkah operasional dan pengorganisasian Kampung KB yang di pusatkan di Kampung Tapos RW 06, Desa Sukaharja.

Ustadz Muhamad Anwar selaku tokoh agama setempat mengatakan, hal itu disebabkan oleh faktor ekonomi masyarakat mengingat biaya nikah dirasakan cukup besar yakni Rp 1,1 juta rupiah. "Sehingga masyarakat memilih menikah siri atau bawah tangan melalui Amil," terangnya dihadapan para peserta yang hadir dalam kegiatan ekpos Kampung KB, Jumat (16/9/16).

Dikatakannya, masyarakat bukan tidak menyadari pentingnya akta nikah tersebut untuk berbagai keperluan terutama untuk salah satu persyaratan pembuatan akta kelahiran anak. "Karena itu, masyarakat Kampung Tapos khususnya diwilayah RW 06 ini mengingunkan pernikahannya diakui Negara dan Agama dengan adanya akta nikah," ungkapnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijeruk Drs. Nurudin mengatakan, menyakut dengan biaya pendaftaran nikah dan rujuk di yang dilakukan di KUA Cijeruk hanya dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu untuk administrasi ke Bank yang telah di tentukan.

"Dalam mendukung program ini, jika melaksanakan pernikahan di Kantor KUA pada hari kerja maka diberikan secara gratis, dengan membawa perlengkapan administrasi," jelasnya.

Sementara, lanjutnya, untuk warga yang sudah menikah tetapi belum memiliki akta nikah bisa melakukan Isbat di Pengadilan Agama. "Setelah mendapatkan surat dari Pengadilan Agama, akta nikah diberikan secara gratis dari KUA Cijeruk," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Sukaharja Santoso menyatakan pihaknya bersedia memfasilitasi maksimal 50 Pasutri yang akan melakukan Sidang isbat nikah bagi warganya tersebut.

"Kami akan bantu memfasilitasi sebanyak 50 pasangan suami istri (Pasutri) dengan mendatangkan pihak terkait ke Kantor Desa untuk melakukan sidang isbat," singkatnya. (IB)

Foto : Penandatanganan peresmian kampung KB di wilayah RW 06, Desa Sukaharja, Kec. Cijeruk, Kabupaten Bogor.