Ratusan Murid SD Di Kabupaten Bogor Masih Belajar Di Teras Rumah Warga

 
KAB.BOGOR - Sungguh miris dan meprihatinkan, selama 8 tahun, ratusan siswa kelas jauh di SDN Cipinang 03 Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor masih belajar  di pelataran rumah warga. Melihat fenomena itu, tentu berbanding terbalik dengan visi misi Kabupaten Bogor yang ingin menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia. 

Murid-murid yang saat ini masih belajar di lantai rumah salah satu warga seakan menjadi tamparan keras ke wajah Bupati Bogor dan Kepala Dinas Pendidikan yang tidak mengetahui fenomena bobroknya kwantitas pendidikan di Kabupaten Bogor, meskipun zaman sudah serba maju.

Haris (39), salah satu warga di Kp Kebon Cau, Desa Cipinang, Kecmatan Rumpin mengaku bingung, karena saat ini Pemkab Bogor malah melakukan renovasi untuk lantai dua (2) di Sekolahan induk yang terletak di Kampung Joglo. "Padahal sekolah kelas jauh disini (Kp.Kebon Cau,red) sudah di ajukan oleh para tokoh masyarakat, tapi koq belum juga dibangun oleh Dinas terkait. Cuma di survei-survei saja," ujarnya, kamis (01/09/16).

Saat awak media melihat dan menelusuri kegiatan belajar mengajar, meski pun harus menahan perih dalam serba keterbatasan, namun tidak mematahkan semangat guru dan para penerus generasi bangsa tersebut untuk terus melakukan kegiatan belajar mengajar. "Pengennya sih ada sekolahan buat kami. Kalau disini enggak enak pas turun hujan, jadi belajar berhenti dan pada kumpul di dalam rumah.“ terang Wildan (13), salah satu siswa kelas 5 di sekolah tersebut. 

Terpisah, di Hari yang sama (Kamis, 1/9/16). Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) terdiri dari bergai unsur masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong.

Massa pendemo mengklaim, sedikitnya 3000 ruang kelas terlantar hingga tidak layak fungsi dan banyaknya infrastruktur jalan yang rusak berat. Selain itu, massa meminta agar kursi Wakil Bupati yang kosong segera diisi.

"Nominal Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) Kabupaten Bogor terbesar se indonesia. Padahal jika digunakan dengan benar, setidaknya bisa untuk merealisasikan pembangunan dikabupaten Bogor baik melaui pendidikan mau pun perbaikan jalan yang sudah banyak memakan korban." Ucap Buchori  Muslim, selaku kordinator aksi.

Ia juga menegaskan, dengan adanya Silpa terbesar itu, memicu kementrian keuangan menetapkan kebijakan pembekuan anggaran bagi 169 daerah, termasuk Kabupaten Bogor. "Melalui peraturan Menteri keuangan no 125 PMK.07/2016/. Sementara Kabupaten Bogor, hingga kini kondisinya masih memprihatinkan," tegasnya.(Irfan Damar Sinaga)


Posting Komentar

0 Komentar