Puluhan Masyarakat Cikembar Peduli Lingkungan Datangi Kantor Dishub

SUKABUMI - Puluhan massa yang menamakan diri Masyarakat Cikembar Peduli Lingkungan, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) yang berlokasi di Jalan Raya Cikembang, Selasa,(06/09/2016). 

Aksi tersebut dipicu terkait pemasangan plang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat tentang peraturan larangan kendaraan berat yang bertonase melebihi 15 ton melalui jalan provinsi Cikembar-Panglengseran yang saat ini dalam tahap perbaikan.

Koordinator aksi Yosep E.S menuturkan, kedatangan mereka hanya mengingatkan sekaligus memberikan satu sikap kepada Dinas Perhubungan untuk menindak para oknum perusahaan yang melanggar aturan. 

Menurutnya, hampir setiap hari kendaraan berat milik perusahaan yang melebihi tonase yang telah ditentukan melintas di jalanntersebut, tetapi sejauh ini tidak ada sangsi atau tindakan serius dari Dinas Perhubungan.

"Kita berpatokan kepada plang yang telah di pasang oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat tentang tonase yang tidak boleh melintasi jalur yang sudah ditentukan kapasitasnya lebih dari 15 ton. Tetapi kenyataannya sekarang masih banyak kendaraan besar trucking di sekitar perusahaan Cikembar yang masih melintas,"jelasnya.

Dengan tidak adanya sangsi tegas dari pihak Dishub atas pelanggaran itu, masyarakat menduga ada kerjasama antara Dinas Perhubungan dengan perusahaan. "Karena ini sudah berjalan lama. Untuk itu, kami atas nama Masyarakat Cikembar Peduli Lingkungan meminta Dinas Perhubungan bertindak tegas sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dan pihak dinas berjanji dalam jangka waktu 3 hari akan menyelesaikan masalah tersebut," beber Yosep.

Mereka mengancam, jika dalam batas waktu 3 hari yang telah dijanjikan dinas perhubungan belum ada penyelesaian maka pihaknya akan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi untuk menyetop kendaraan melebihi tonase yang melintas.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Iwan Iskandar mengatakan, kedatangan masyarakat Cikembar sangat bagus untuk mengingatkan pihaknya dalam pengawasan lalulintas kendaraan berat yang melebihi tonase. "Mudah-mudahan besok sudah bisa kita lakukan untuk penindakan, tetapi sebelumnya kita harus sosialisasikan dulu ke mereka (Perusahaan,red). Dan kami butuh waktu selama 3 hari,"jelasnya.

Lanjut, Iwan menegaskan bahwa akan segera mengirimkan surat edaran ke beberapa perusahaan yang menggunakan transportasi kendaraan berat tersebut dan akan berkoordinasi dengan dinas provinsi. "Sebetulnya kita siap bertindak kapan saja, tetapi ada prosedur-prosedur yang harus kita tempuh. Semoga dalam jangka waktu 3 hari itu ada penyelesaian,"pungkasnya. (Dede Rohmat)

Posting Komentar

0 Komentar