Ads Atas

header ads

Pemerintah Komitmen Terhadap Perlindungan Perempuan Dan Anak

JAKARTA - Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak akhirnya-akhir ini membuat Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) angkat bicara yang disampaikan dalam rapat kerja dengan komisi VIII DPR RI di gedung DPR RI, Jakarta (1/9/2016).

Dalam rapat kerja yang dilakukan, Kementrian PPPA menyampaikan sangat mengapresiasi setiap kritik dan masukan yang di alamatkan ke lembaganya demi sebuah kinerja yang lebih baik lagi. Namun, dengan catatan bahwa dalam menyikapi sebuah persoalan perlu melibatkan semua pihak sehingga tidak di bebankan terhadap satu lembaga dan institusi.

"Kami terima saran-saran yang diberikan dan setiap saran cukup inovatif, inspiratif dan memotivasi untuk langsung melakukan tugas. Yang jelas, saya harus katakan disini bahwa kami masih cluster 3, jadi jangan sampai kita berkhayal-khayal untuk action di lapangan," ucap Yohana Susana Yembise kepada awak media di Gedung DPRI, kepada puluhan awak media.

Wanita kelahiran papua ini juga menambahkan bahwa Lembaga yang di pimpinnya bukan sebagai tim eksekutor di lapangan dan hanya pembuat kebijakan dengan tujuan perlu saling sinergi, namun bukan berarti tidak mengetahui dan sesuai dengan intruksi presiden bahwa pihaknya harus memantau langsung di lapangan.

"Saya hanya menghindari dan membuat advokasi kebijakan yang kami buat di kementrian. Kami bukan action di lapangan , namun kami sudah keluar banyak seperti tadi ke Sulawesi Selatan sudah action di lapangan karena Pak Presiden minta kami turun ke lapangan," jelasnya.

"Saya mohon doa, supaya cluster kami bisa naik. Kami harus ending dan betul-betul agar tidak ada lagi kekerasan di negara ini, inilah yang membuat kami semangat dan kepada badan yang ada di seluruh Indonesia. Mereka sudah masukan trends itu ke dalam APBD mereka dan itu sangat membantu kami," tegasnya. (Irfan Damar Sinaga)

Posting Komentar

0 Komentar