Minta Komitmen Pemkot Bogor Laksanakan Perda KTR, AMAR Gelar FGD -->

Adsense




Minta Komitmen Pemkot Bogor Laksanakan Perda KTR, AMAR Gelar FGD

87 Online News
Sabtu, 24 September 2016

BOGO-RAliansi Masyarakat Anti Rokok (AMAR) Kota Bogor, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 09:00 Win hingga pukul 12:10 wib bertempat di Ruang Rektorat Universitas Pakuan(UNPAK) Bogor, Kamis (22/09).  

Hadir dalam acara pembukaan sekaligus pandangan Pemerintah Daerah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Drs. H. Ade Syarif Hidayat, M. Pd. Rektor UNPAK Bogor Dr. Bibin Rubini, M. Pd. Kasi Promkes Dinkes, Nia Nurkania, M. Kes. Peserta FGD hadir para seniman, budayaean Bogor, Ibrahim Basalmah, Ki Jalu PKBM, Dayan D.Allo, Yanto, praktisi Hukum H. M. Umar, Para Kepala Sekolah dan yang mewakili dari SMAN 1-10. 

Perwakilan Perusahaan Daerah, SKPD, para aktivis kesehatan, BEM dan MAPALA UNPAK Bogor. 40 perwakilan dan peserta. Kegiatan menghadirkan aktivis dan Ketua LSM NOTC, Bambang Priyono, SE.I, sebagai pembanding Ki Jalu, Yanto, pandangan praktisi hukum dan pandangan para Kepala SMA.

Dalam kegiatan yang dipandu budayawan dan Koord. Presedium AMAR Rd. Ace Sumanta akan menindaklanjuti ungkapan, harapan, dan masukan peserta ke Wali kota Bogor, Ketua DPRD, Kepala Dinkes Kota Bogor, BAPPEDA, SKPD dan masyarakat. Harapan semua yang hadir tetap Perda No. 12/2009 dilaksanakan secara komitmen, menyeluruh dan menaggakkan tidak pandang bulu. 

Harapan Sekda Kota Bogor pun sama. Aturan yang sudah diundangkan mustinya harus dilaksanakan, tidak ada tawar-menawar. Bibin Rubini, yang juga Rektor UNPAK, dan Pembina AMAR sangat menarik, yaitu; Aturan dibuat untuk dilaksanakan, siapapun yang melanggar aturan harus kena sangsi. 

Mencontohkan Mahasiswa, tamu atau dosen dan karyawan Bibin melihatnya merokok pasti menegurnya. Enak atau tidak itu aturan, dengan disampaikan yang baik, etik dan penuh keakraban. "Itu contoh positif dari akademisi dan pimpinan Perguruan Tinggi pavorit dan terbaik Swasta di Bogor. Begitu juga TUPOKSI dari masalah penegakkan ada di POLPP," Ujar Nia Nurkania Kasi Promkes Dinkes.

Bambang Priyono dari hasil survei dan kajian LSM NOTC adalah, usia SD sudah banyak yang merokok. Pelajar SMP-SMA sudah tidak malu-malu mereka merokok ketahuan guru bahkan orang tua. "Perokok pasif kena paparan asap rokok jauh lebih bahaya, ujarnya. 

Hasil akhir sekaligus akan diseminarkan lebih luas. Sangat bersyukur AMAR menerbitkan buku atau  hasil riset LSM maupun pandangan, keinginan dan komitmen Kota Bogor harus mempunyai nilai "NgaBogor" lebih etis dan menjunjung nilai peradaban tinggi. "Kota sehat identik dengan kota beradab,"Sambung Rd Ace Sumanta. (Sumburi)