Ads Atas

header ads

Masyarakat Bumi Tegar Beriman Kepung Kantor Bupati Bogor

KAB.BOGOR - Puluhan masyarakat Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB) melakukan aksi unjuk rasa di pintu gerbang Komplek Kantor Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (1/9/2016).

Massa yang sejak pukul 13.30 WIB mulai berdatangan merupakan gabungan para aktivis dan element masyarakat dari empat wilayah di Kabupaten Bogor yakni wilayah Utara, Selatan, Timur dan wilayah Barat itu, menyatakan rasa kecewa atas buruknya kinerja Bupati Bogor dan DPRD dalam menjalankan roda perintahan kabupaten Bogor, sehingga masih banyak berbagai permasalahan yang tak kunjung selesai.

Dalam orasinya, masyarakat yang dilakukan secara bergantian itu mempertanyakan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang sangat besar serta meminta agar secepatnya Bupati Bogor Nurhayanti dan DPRD Kabupaten Bogor mengisi Wakil Bupati (Wabup) Bogor yang hingga kini masih kosong.

"Kedatangan kami ini, untuk menuntut Bupati dan DPRD Kabupaten Bogor untuk segera meningkatkan kinerja para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar SILPA di Kabupaten Bogor tidak tinggi kembali, serta harus secepatnya memilih Wakil Bupati (Wabup) Bogor yang selama ini kosong," ujar Bukhori Muslim pembina AMPB, saat melakukan orasi.

Hal serupa diungkapkan Ketua BEM Fakultas Hukum Unida, Fahreza Anwar. Menurutnya, dengan tingginya Silpa yang tidak terserap berarti Bupati dan DPRD gagal dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten Bogor.

"Padahal dari anggaran yang di Silpa kan, seharusnya bisa digunakan untuk menjalankan berbagai pembangunan, termasuk banyaknya jalan rusak yang telah banyak memakan korban. Dalam hal ini berarti bupati telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan dan DPRD mandul," ungkapnya.

Fahreza juga mengatakan, jika bupati memang sudah tidak bisa lagi memimpin Kabupaten Bogor dan tidak sejalan dengan visi misinya untuk mewujudkan kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju se-Indonesia maka lebih baik bupati mengundurkan diri dari jabatannya.

"Moto kabupaten termaju hanya di jual belikan dan di jadikan kepentingan pribadi, faktanya dilapangan dalam merealisasikan program tidak sesuai dengan visi misi kabupaten termaju se-Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jalan yang rusak dan gunung yang di ekploitasi. Jika ini terus terjadi, kami meminta bupati turun dari jabatan karena di anggap tidak bisa menyelesaikan permasalahan," tandasnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan kondusif dan tidak diwarnai dengan aksi anarkis, hanya sempat terjadi saling dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga dilokasi. (Ibra/Irfan)

Posting Komentar

0 Komentar