Dalam Rangka Memperingati Hari G30S PKI 1500 Massa Melakukan Orasi Anti Komunis -->

Adsense




Dalam Rangka Memperingati Hari G30S PKI 1500 Massa Melakukan Orasi Anti Komunis

87 Online News
Jumat, 30 September 2016

Sukabumi-  Bertempat di Lapang Merdeka Kota Sukabumi  sejumlah massa melakukan aksi Damai "orasi anti komunis" dalam rangka memperingati gerakan 30 September yang dikenal juga dengan sebutan G30S PKI dilakukan oleh Gerakan Bela Negara Kota/Kab. Sukabumi diikuti sekitar 1500 orang yang terdiri dari seluruh Ormas dan OKP se- Kota dan Kabupaten Sukabumi,Jumat (30/09/16).

Hadir dalam aksi tersebut Dandim 0607/ kota sukabumi, Asda 1 kota sukabumi,Kapolres sukabumi kota, Ketua FPI kota sukabumi, Sekretaris FPI, FUI Kokab Sukabumi dan Gerakan Bela negara jawabarat.

Dalam aksinya massa  membawa spanduk bertuliskan Tolak bangkitnya kembali faham komunisme. Sekarang darurat pancasila dari faham komunisme kapitalis dan liberalis. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan aksi damai dan manyampaikan orasi-orasi di bundaran kimia farma/tugu adipura Kota Sukabumi.

Koordinator  Lapangan (Korlap) Dadang Irwan yang juga wakil ketua DPD Bela Negara Jabar  dalam orasinya mengatakan,"Tanggal 30 september 1965 putra terbaik indonesia telah di bunuh oleh PKI. Ini adalah penghianatan PKI terhadap pancasila. PKI adalah pemberontak dan pemerintah tidak layak untuk meminta maaf kepada PKI. PKI tidak hanya mebunuh para TNI dan polisi akan tetapi  PKI juga membunuh alim ulama. Kita siap untuk menghadang dan mengganyang PKI, tuturnya.

Lanjut disampaikan Dadang, Saat ini komunis sudah berganti baju menjadi komunis gaya baru. Untuk itu, mari kita kembalikan Undang-Undang kepada yang aslinya negara kita kembali kepada aslinya karena situasi saat ini adalah hasil dari amandemen UUD 45. PKI sudah tidak ada namun faham komunis masih ada dan harus dihancurkan,ungkapnya.

Masih kata Dadang, hari ini kita jadikan refleksi tentang sejauh mana kita manjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hari ini jangan hanya seremonial belaka namun mari kita tanamkan jiwa pancasila sebagai landasan berbangsa dan bernegara. Mari kita hidup dan laksanakan pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Saat ini banyak yang merongrong dan menghantam idiologi bangsa.

Kami mengajak untuk menolak segala bentuk faham  komunisme diseluruh wilayah NKRI. Kami selalu siap utk mempetahankn kedaulatan NKRI. Kami tetap setia kepada pancasila dan UUD 1945 . Kami mendukung kebijakan TNI  polri dalam rangka menjaga keamanan NKRI dari rongrongan pihak manapun. Kami akan selalu menciptakn suasana yg kondusif khusunya di wilayah sukabumi,tegasnya.

Sementara itu Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Arm Syaiful, sangat mengapresiasi kegiatan tersebt.Menurut Dandim Bagi kami TNI dan polri sangt antusias dan sangat mendukung kegiatan seperti ini karena tidak ada artinya kegiatan TNI POLRI tanpa adanya dukungan dari Ormas, OKP sekalian.  Kegiatan Ini adalah inisiatif dari ormas  tanpa ada permintaan dari kami. Saya selaku Dandim menginginkan kegiatan  ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan kekuatan. Ini saya akan  gunakan untuk menghalau apabila ada ancaman terhadap kota dan kabupaten sukabumi. 

Lanjut Dandim, Kita harus lebih waspada terhadap bangkitnya faham komunisme. Komunisme tidak sesuai dengan palsafah negara kita untuk itu tidak ada ruang komunisme di negara kita. Keutuhan bangsa dan pancasila harus menjadi prioritas, Saat ini infiltrasi komunis bukan hanya bersifat ancanam semata tetapi sudah menjadi ancaman nyata.

Saya berikan apresiasi terhadap gerakan penolakn faham komunis ini Nasionalisme manjadi perekat kuat dalam kelangsungan berbagsa dan bernegara Proses penghilangan identitas bangsa harus di lawan, pungkasnya.

Setelah kegiatan orasi kemudian massa aksi menandatangani pernyataan sikap dan spanduk, yg rencananya perntaan sikap tsb akan dikirim ke MPR RI. (Dede Rohmat)