BPBD Kabupaten Bogor Akan Tindak Tegas Pegawai Yang Terbukti Konsumsi Narkoba -->

Adsense




BPBD Kabupaten Bogor Akan Tindak Tegas Pegawai Yang Terbukti Konsumsi Narkoba

87 Online News
Senin, 19 September 2016

BOGOR -  Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bogor, Ir. H Soeparmanto menegaskan, pihaknya akan menindak tegas bagi pegawainya yang terbukti menggunakan Narkoba atau obaot-obatan terlarang lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.  

Hal itu diungkapkan Soeparmanto usai melaksanakan tes urin bagi seluruh pegawai BPBD, yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan di Kantor BPBD kabupaten Bogor, Jalan Komplek setu Cikaret, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Senin (19/9/16). 

Menurutnya, kegiatan tes urine yang diikuti oleh 253 staf dan pegawai BPBD diantaranya, dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Harian Lepas (PHL), Anggota TRC, Petugas Damkar, Petugas keamanan, hingga Cleaning service itu dilakukan untuk menciptakan pegawai di lingkungan BPBD bebas dari narkoba.

"Jika dari PNS, maka kami serahkan langsung ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti atau memberikan sangsi sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Dan untuk petugas sukarelawan atau pegawai harian lepas (PHL), kita proses secara langsung dengan memberikan sangsi tegas atau pemecatan," tegasnya.

Lanjut soeparmanto memaparkan, pelaksanaan tes urine dimaksudkan selain melaksanakan program pemerintah dalam langkah pembinaan aparatur agar bersih dan berwibawa, juga sekaligus upaya memproteksi dan mencegah dari tindak penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di kalangan pegawai BPBD.

"Penggunaan narkoba di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada umumnya mengakibatkan yang bersangkutan tidak produktif dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta kinerjanya, karena pelayanan kepada masyarakat terutama di lingkup kerja BPBD sangat menentukan dan berdampak pada keberhasilan kinerja pemerintah daerah pada umumnya," papar Koesparmanto, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia berharap, dari hasil tes urin ini, seluruh pegawai BPBD Kabupaten Bogor tidak ada yang menggunakan obat-obatan terlarang yang akan berpengaruh terhadap fisik para petugas penanggulangan bencana.

"Saya berharap seluruh pegawai BPBD bersih dari narkoba. Karena selain dilarang oleh pemerintah, penggunaan narkoba  juga akan berpengaruh pada fisik yang bisa mengganggu aktifitas dalam membantu masyarakat," harapnya.

Terkait anggaran pelaksanaan kegiatan tersebut, Soeparmanto mengatakan, bahwa untuk anggaran kegiatan tes urine tersebut ditanggung oleh pihak BNNK Bogor. "Terkait anggaran, tidak ada anggaran yang dialokasikan, seluruhnya ditanggung oleh BNN Kabupaten Bogor," pungkasnya. 
Dalam kesempatan itu, Kasi rehabilitasi BNNK Bogor, Rakun mengungkapkan pihaknya menyambut baik langkah yang diambil oleh BPBD dalam menciptakan para pegawainya yang bersih dari Narkoba. "Ini merupakan sebuah upaya yang tepat dari BPBD dalam menciptakan para pegawai nya yang bebas dari Narkoba sehingga mereka nantinya dapat bekerja lebih maksimal," ungkapnya.
Rakun menambahkan, "Dalam kesempatan ini, BNN Kabupaten Bogor mengerahkan 10 personil yang terdiri dari tim dokter, serta pihak kepolisian," imbuhnya. (IB)