Bahas Persoalan Di Kabupaten Bogor IMM, AMPB Dan Beberapa Organisasi Mahasiswa Gelar Diskusi -->

Adsense




Bahas Persoalan Di Kabupaten Bogor IMM, AMPB Dan Beberapa Organisasi Mahasiswa Gelar Diskusi

87 Online News
Sabtu, 24 September 2016

BOGOR-Dalam rangka menyikapi beberapa persoalan yang kini ramai diangkat publik di Kabupaten Bogor, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor (AMPB). LMND, BEM STKIPMD Leuwiliang, IPM serta beberapa OKP-OKP melakukan diskusi yang dilaksanakan di Aula STKIP Muhammadiyah Leuwiliang Bogor, Kamis (22/09).

Dalam pembahasan ini, hadir Ketua AMPB, Rukyat Saunjana dan Nanang Hidayat serta R Dimas Rusdiana dari IMM berikut beberapa ketua organisasi lainnya. Dalam diskusi tersebut sedikitnya ada 8 poin yang menjadi agenda pembahasan, antara lain mengenai Silpa Kabupaten Bogor, menenai kekosongan Wakil Bupati Bogor, Kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL) khusunya yang ada di Kecamatan Leuwiliang, Mengenai terminal Leuwiliang dan Jalan Lingkar Galuga yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, Jalan dan Infrastruktus yang rusak, Kurangnya sarana dan prasarana kesehatan diberbagai daerah, khusunya daerah Rumpin, banyaknya masyarakat buta aksara serta masik banyaknya anak-anak yang putus sekolah dan pengelolaan sampah (TPAS Galuga) yang tidak jelas atau tidak benar, serta tidak adanta pertanggung jawaban pemerintah Kota maupun Kabupaten Bogor kepada masyarakat setempat yang terkena limbah daari sampah tersebut. 

Menurut Dimas Rusdiana, sebenarnya jika Bupati mempunyai misi untuk menjadikan Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju itu sudah selayaknya terjadi karna Bogor itu sendiri dekat dengn pusat pemerintahan RI. Namun jika di lihat dari permasalahan tersebut sampai kapan pun misi tersebut tidak akan pernah terjadi untuk menjadikan kabupaten termaju.

"Maka dari itu kami IMM mengadakan kajian atau diskusi umum bersama AMPB, LMND, BEM STKIPMD Leuwiliang, IPM, serta beberapa OKP - OKP untuk mencari solusi terhadap permasalahan- permasalagan yang ada di pemerintahan Kabupaten maupun Kota Bogor. Kami IMM bersama rekan - rekan sepakat untuk selalu mengawal segala bentuk persoalan - persoalan yang ada di Bogor baik itu Pemkot maupun Pemkab Bogor, kami juga akan selalu melawan segala bentuk kebijakan- kebijakan pemerintah yang merugikan  rakyat, terutama rakyat Bogor," tegasnya. (Sumburi)