Ads Atas

header ads

Wartawan Bogor Kecam Aksi Intimidasi

BOGOR - Intimidasi yang menimpa sejumlah awak media oleh sekelompok orang saat peliputan di Pengadilan Negeri Cibinong mendapat reaksi keras dari ForumWartawan Harian Bogor (FWHB) dan Sekretariat Bersama (Sekber)Wartawan Harian Bogor.

Ketua Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB), Haryudi mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses pelaku yang sudah melakukan intimidasi terhadap rekannya sesama wartawan.

Menurutnya, tindakan sekolompok orang tersebut sudah melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999 pasal 1 ayat 8. "Sudah jelas dalam pasal 8 UU Nomor 40 tahun 1999 juga disebutkan dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum," ujarnya dalam siaran pers pada Selasa (23/8/2016).

Terlebih sambung dia, pembredelan atau pelarangan penyiaran adalah penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum. "Dalam kejadian itu, pelaku juga telah melakukan tindakan perbuatan tidak menyenangkan dan tindakan penganiayaan sebagaimana tertuang dalam Pasal 335 dan 351 KUHP," tegasnya.

Terlebih, pihaknya juga menyayangkan pengamanan yang dilakukan oleh PN Cibinong yang tidak mengantisipasi peristiwa tersebut l. "Sangat disayangkan hal ini bisa terjadi kepada wartawan, seharusnya PN Cibinong melakukan pengamanan ekstra karena sidang tersebut kerap melibatkan orang banyak (massa pendukung Kades)," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tindakan intimidasi terhadap wartawan dialami sejumlah wartawan yang sedang meliput sidang di Pengadilan Negeri Cibinong dengan terdakwa Kepala Desa Tlajung Udik, Senin (22/8/2016).

Kejadian berawal ketika beberapa awak media hendak meliput persidangan kasus pemalsuan dokumen dengan terdakwa Marzuki Aing , kepala Desa Tlajung Udik. Sidang yang digelar sejak pukul 14.30 WIB dengan nomor perkara 500/Pid/2016 PN Cibinong dengan Jaksa Penuntut umum Anita Dian Wardhani , SH.

Azis, wartawan Radar Bogor mengatakan, dirinya datang bersama sejumlah jurnalis lainnya kePN Cibinong bermaksud melanjutkan pemberitaan kasus kepala desa yang diciduk karena dugaan pemasuan surat keterangan sengketa tanah.

Tiba-tiba, ada seseorang pria berinisial LH mendatangi mereka yang sedang melakukan peliputan dan meminta untuk tidak mengambil gambar kepala desa tersebut. "Kami sudah meminta izin ke HumasPN Cibinong untuk melakukan peliputan dan mengambil gambar disana," kata dia. 

Sementara itu, Dede seorang wartawan Publik Bogor sempat menerima tamparan dan dipaksa untuk menghapus foto serta video yang diabadikan melalui ponselnya itu oleh orang- orang yang mengawal persidangan kepala desa tersebut. "Iya semua foto dan video dihapusin," kata Dede.

Mereka pun langsug mendatangi Mapolres Bogor untuk melaporkan aksi intimaidasi yang dilakukan oleh orang-orang tersebut kepada awak media. "Kami sudah lapor ke Polres Bogor," katanya.(RD)

Berikut Sejumlah wartawan korban intimidasi:
1. Dede publibogor.id ditampar dan foto-foto dihapus, 2. Azis transbogor.co foto-foto dihapus, 3. Ruli Bogoronline.com foto-foto dihapus, 4. Edwin hallobogor.com foto-foto dihapus.

Posting Komentar

0 Komentar