Ads Atas

header ads

Tekan Angka Pelanggaran Wajib Pajak, Dispenda Menggelar Operasi Gabungan

KOTA BOGOR - Untuk meningkatkan pendapatan dari wajib pajak kendaraan, Dispenda Provinsi Jawa Barat Wilayah Kota Bogor gelar oeparsi gabungan bagi Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di Jalan Raya Tajur, Sukasari, Kota Bogor, Senin (08/08).

Operasi KTMDU digelar secara gabungan dengan melibatkan, Satlantas Polres Bogor Kota, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor, Detasemen Polisi Militer (Denpom), Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Kota IPDA Budi Surahman mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan 3 kali selama 2 minggu.

"Ini dilakukan secara gabungan, kami melakukan pemeriksaan bagi kelengkapan surat-surat dan pajak kendaraannya, sementara DLLAJ memeriksa masa berlakunya izin trayek pengujian kendaraan dan pajak kendaraannya," kata Budi.

Namun lanjut Budi, pihaknya tetap memberlakukan sanksi tilang bagi Kendaraan yang melanggar lalu lintas secara fatal.

"Kalau memang pengemudi melanggar, tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak pakai helm atau tidak bawa sura-surat lainnya, kami tetap tilang karena itu kewajiban yang harus dipatuhi dan untuk  ketertiban berlaku lintas," ujarnya.

Sementara bagian Tata Usaha (TU) Diapenda Jawa Barat Wilayah Kota Bogor Angga Parthagama mengatakan, bagi kendaraan yang terjaring dan belum melakukan dafrat ulang maka bisa melakukan pembayaran pajak di tempat, tentunya dengan persyaratan yang sangat mudah.

"Hanya cukup memperlihatkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan KTP asli, maka pembayaran pajak bisa dilakukan ditempat," kata Angga.

Ia menambahkan, bagi pengendara yang terjaring operasi dan pajak kendaraannya mati tetapi tidak membawa uang maka akan dibuatkaan surat perjanjian kapan akan melakukan pemmbayaran pajak serta STNK ditahan.

"Nanti tinggal ke Dispenda dan memperlihatkan surat perjanjian, proses daftar ulang akan langsung di proses," jelasnya.

Namun hingga berita ini ditayangkaan, operasi masih berlangsung, sehingga belum bisa dinketahui berapa benyak jumlah kendaraan yang terjaring, karena belum direkap hasilnya. (Moeh)

Posting Komentar

0 Komentar