Ads Atas

header ads

Kecamatan Dramaga Jadi Shelter PMKS

KAB.BOGOR-Guna mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) yang bertujuan mengurangi jumlah pekerja anak, terutama pada BPTA yang putus sekolah dari RTSM untuk ditarik dari tempat kerja dan dikembalikan ke dunia pendidikan melalui pendampingan di shelter (Rumah Singgah).

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor memilih kecamatan Dramaga sebagai rumah singgah untuk penanganan masyarakat berkebutuhan khusus atau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) diantaranya cacat mental dan anak jalanan.

Camat Dramaga, Baehaki menyatakan sangat mendukung program tersebut. "Dengan adanya program ini saya sangat senang dan mendukung Dinsos yang  mempunyai tupoksi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial meliputi pembinaan sosial, pengelolaan pemulihan sosial hingga pengelolaan bantuan dan perlindungan sosial juga mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang masalah kesejahteraan sosial," ungkap Baehaki, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/8/16).

Lanjut Baehaki menuturkan, untuk sementara shelter atau rumah singgah tersebut tempatnya di kantor kecamatan. "Satu kecamatan masing-masing satu relawan. Tugas mereka (relawan) mendeteksi, mengenali dan menangani para penyandang PMKS. Bagi yang mengalami cacat mental di bawa ke rumah sakit yang sudah ditunjuk dan bekerjasama, setelah itu baru di serahkan ke panti,"tuturnya.

Dengan adanya program tersebut, ia berharap kepada pemerintah untuk memfasilitasi sarana dan prasarana untuk kebutuhan operasional agar program tersebut berjalan lancar.

"Saya berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan dan  memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut seperti kendaraan, anggaran dan lainnya,"ujar Baehaki.

Menurutnya, dari akumulatif data  di Kabupaten Bogor, saat ini baru terjaring sebanyak 55 orang penyandang PMKS yang terindikasi dan saat ini dalam proses pendampingan. "Termasuk 15 orang dari Kecamatan Dramaga, diantaranya di Desa Petir 4 orang, sisanya di Desa Ciherang, Desa Babakan, Desa Dinar Sari dan Desa Neglasari yang harus segera di tangani,"pungkasnya. (RD/IB)

Posting Komentar

0 Komentar