Ads Atas

header ads

Kadisdik Klaim Pembangunan Tower BTS Tidak Berdampak Negatif

BOGOR - Debat pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) yang berdomisili  di jalan Gotong Royong Desa Cogrek, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor membawa pro dan kontra. Kali ini datang dari Kepala dinas pendidikan kabupaten Bogor yang beranggapan keberadaan menara BTS tidak lah ada yang perlu didebatkan.


Tb.Luthfie Syam berpendapat meskipun keberadaan menara BTS yang hanya berjarak sepuluh meter dari Sekolah SDIT dan PAUD Yayasan Al Faataah, namun hal tersebut tidak lah mengkwatirkan.


Menurutnya, pembangunan BTS itu sudah pasti telah melakukan berbagai uji kelayakan dan kajian teknis sehingga tidak akan berbahaya. Apalagi, jika BTS untuk gelombang radio yang hanya berkekuatan skala kecil. "Itu kan DC, dan tak apa-apa kok. Terkecuali kalau pembangunan menara sutet,"jelasnya, Selasa (30/8/16).


Pria berkumis lebat ini juga berspekulasi bahwa segala persiapan serta langkah antisipasi sudah di lakukan oleh pengusaha maupun pemilik menara, namun bila ada peristiwa selain itu maka disebut sebuah peristiwa maupun bencana alam."Adapun hal yang tidak diinginkan terkait musibah (Petir, red) itu merupakan bencana alam. Proyek pembangunan itu kan memakan anggaran miliaran, investror pasti sudah menyiapkan keamanan terkait hal yang tidak diinginkan,"tutupnya. (IDS/IB)

Posting Komentar

0 Komentar