Kabupaten Bogor Menjadi Urutan Pertama Dalam Daftar Kabupaten Yang Menyimpan Dana di Bank

Kabupaten Bogor Menjadi Urutan Pertama Dalam Daftar Kabupaten Yang Menyimpan Dana di Bank

87 Online News
Sabtu, 06 Agustus 2016

KAB.BOGOR - Pemerintahan Kabinet Kerja di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo terus berbenah diri. Upaya kerja yang dilakukan diantaranya terkait efisiensi dan efektifitas anggaran baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal ini tentu menjadi menarik lantaran beberapa bulan belakangan tingkat penyerapan anggaran oleh kementerian atu lembaga dan beberapa pemerintah daerah rendah.

Salah satunya wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki APBD terbesar di Jawa Barat (Jabar) yakni sekitar 6 triliun, ternyata uangnya mengendap di bank sebesar Rp 1,9 triliun.

Dan pada akhir tahun 2015 lalu jumlah Sisa Laporan Perhitungan Anggaran (SiLPA) Kabupaten Bogor mencapai lebih dari Rp1 triliun. Menyikapi hal itu, bupati Bogor, Nurhayanti mengumpulkan para pejabat di gedung Pendopo Bupati Bogor. 

Usai pertemuan, bupati mengungkapkan pihaknya akan mengeluarkan anggaran tersebut, tapi dengan penuh kehati-hatian.

"Anggaran tersebut dikeluarkan harus memenuhi persyaratan administrasinya. Jadi saya mendorong kepada SKPD untuk segera ditarik sesuai prosedur," ungkapnya.

Ia menerangkan, anggaran yang terserap itu banyak di pos anggaran yang memang untuk kegiatan pembangunan fisik, meski pemerintah daerah sudah membayar uang tanda jadi.

"Kalau belanja tidak langsung relatif sudah terserap, yang belum itu pekerjaan fisik. Rata-rata pihak ketiga tidak memanfaatkan uang muka," terangnya.

Namun, ketika ditanya pos mana yang banyak anggaran tak terserap, Bupati Bogor enggan menjawab alias diam begitu saja.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memaparkan ada sekitar 10 Pemerintah Provinsi terbesar yang masih suka menyimpan dananya di bank.

"Ini ada 10 terbesar provinsi yang menyimpan dananya di bank. Kita mulai buka-bukaan," kata Presiden saat membuka acara Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta. (RD/IB)