Ini Surat Edaran Bupati Bogor Tentang Blangko E-KTP

KAB.BOGOR - Polemik yang kian terjadi terus menerus dalam pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), lantaran blanko yang menjadi faktor utama pembuatan kartu identitas itu habis, sehingga membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor merasa dilema.
Pasalnya, disatu sisi dari kalangan masyarakat sekitar mempersoalkan buruknya pelayanan oleh Disdukcapil dalam melayani pencetakan e-KTP tersebut.

Kepala seksi (Kasie) Pencetakan E-KTP Disdukcapil Kabupaten Bogor, Budi Badaratun menjelaskan, sejak mulai dari isu habis nya blanko e-ktp pihaknya selalu mengupayakan pengajuan e-ktp ini ke pemerintah pusat (Mendagri,red). Namun, isu yang pada kala itu berkembang bahwa blanko itu telah kehabisan stok ternyata memang benar dan sekarang membuat pihaknya merasa kebingungan.

"Kami sudah mengupayakan agar pihak Disdukcapil Kabupaten Bogor dapat memperoleh kiriman blanko itu dari Kemendagri. Namun, upaya kita itu belum menuai hasil yang baik lantaran kami disini sejak bulan Juli 2016 lalu sampai sekarang tak kunjung juga mendapat kiriman blanko e-KTP dari pusat, sehingga kita disini tidak dapat berbuat banyak menyelesaikan polemik dikalangan masyarakat Kabupaten Bogor khususnya, sebenarnya kan kendalanya itu ada dipusat," jelas Budi, Selasa (09/8/2016).

Menurutnya, jika tak ada permasalahan ini, pihaknya dapat menerima kiriman blanko tersebut seminggu mencapai dua kali. Kisarannya itu, mulai dari 800 buah sekali dikirim sampai 1500 blanko e-ktp dalam sepekan."Jadi prosesnya kita mengajukan seminggu dua kali, sekali menerima kiriman biasanya mulai 800 sampai 1500 blanko e-ktp dalam sepekan. Bila dihitung dalam seminggu kita mendapat jatah hingga 2300 buah blanko. Itu normalnya kita mendapat blanko kiriman, tapi sekarang ini sama sekali kami tak mendapat kiriman blanko dari pusat sejak stok blanko habis, jadinya kita disini secara tidak langsung juga tidak dapat menerima pengajuan pencetakan E KTP ini," paparnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, akibat blanko habis dari pusat, terhitung sejak bulan lalu pihaknya tidak dapat mencetak e-KTP yang pengajuannya hingga kini mencapai 36000 pemohon."Terhitung sejak blanko habis, sudah ada 36000 pemohon e-ktp yang belum bisa kita cetak, namun saya memperkirakan dari 36 ribu pemohon ini kita bisa cetak dalam waktu satu bulan, dengan catatan kita langsung mendapat kiriman blanko sebanyak itu," tambahnya.

Selain itu, sambung Budi, sejak permasalahan ini muncul Bupati Bogor pun sudah mengeluarkan surat pada bulan Juni 2016 lalu. Dimana isinya, Pada 24 Juni 2016 di Cibinong, Nomor: 4744/609 - Disdukcapil dengan lampiran satu eksemplar perihal surat keterangan telah melakukan perekaman dalam pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

Dimana tertuang, sehubungan dengan semakin menipisnya persediaan blanko KTP elektronik di Kemendagri yang mengakibatkan terhambatnya distribusi blanko KTP elektronik ke daerah, serta masih banyaknya penduduk Kabupaten Bogor yang belum memiliki KTP Elektronik dan memerlukan pelayanan Publik di berbagai unit kerja atau badan usaha dan nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka dengan ini diberitahukan bahwa penduduk Kabupaten Bogor yang belum memiliki dokumen KTP elektronik akan diberikan surat keterangan telah melakukan perekaman (SKTMP) KTP Elektronik dengan ketentuan sebagai berikut.

Pelayanan penerbitan SKTMP KTP Elektronik dapat dilakukan di Kecamatan tempat penduduk melakukan perekaman dan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

Kedua, SKTMP KTP Elektronik dapat dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ditandatangani oleh Kepala Dinas/Sekretaris Dinas/Kepala Bidang Kependuduka; SKTMP KTP Elektronik yang dikeluarkan oleh Kecamatan ditandatangani oleh Camat; (Format surat keterangan terlampir).

"Sebenarnya surat edaran dari Bupati Bogor itu sudah jelas. Malah, surat edaran itu dikeluarkan sejak Juni 2016. Saya juga dalam hal ini, berharap kepada masyarakat Kabupaten Bogor agar memahami keadaan kami sebagai pelayan masyarakat khususnya di Disdukcapil," tukasnya. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar