Ads Atas

header ads

Gelar Razia Bodong, Oknum Polisi Diamankan Propam

SEMARANG – Tujuh oknum anggota Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) ditangkap oleh tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng. Mereka diamankan terkait dugaan melakukan razia lalu lintas ilegal (Bodong) yang tanpa disertai surat perintah.

Ketujuh oknum tersebut diantaranya, empat polisi Lalu Lintas, dua petugas provos, dan satu orang merupakan anggota Polsek Banyumanik, Semarang.

Dari tujuh orang anggota yang ditangkap, ironisnya satu orang adalah berpangkat perwira yakni dengan inisial Ipda Y. Sementara dua orang anggota provost berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) anggota Unit Provost S3ksi Propam Polrestabes Semarang dengan inisial S dan A. Sedangkan ada 2 anggota Patwal dengan inisial AH dan N.

Ketujuh oknum polisi ini menggelar razi pada Minggu (7/8) lalu, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Samarang. Mereka menggelar razia ilegal tepatnya di jalan Masuk Kota Semarang, atau di dekat gapura batas kota Semarang dengan Ungaran.

Para pengguna jalan, terutama mobil dihentikan oleh oknum petugas ini dan dianggap melanggar lalu lintas. Mobil dengan nomor polisi adalah target utama razia ilegal.

Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Budi Haryanto, membenarkan adanya tujuh oknum anggota polisi yang ditangkap tersebut. Mereka melanggar disiplin dan melakukan pungutan liar.

"Mereka melanggar disiplin serta melakukan pungutan liar lewat razia ilegal," jelasnya.

Dalam kurun waktu dua jam gelar razia ilegal, para okunum anggota ini bisa meraup untung hingga jutaan rupiah. Dalam penangkapan tersebut, diamankan barang bukti berupa blangko pelanggaran atau surat tilang

"Penindakan ini kan sesuai perintah Kapolri, untuk menertibkan mereka yang enggak bener itu. Salah satunya soal pungli. Sekarang dalam proses pemberkasan untuk sidang disiplin (di Polrestabes Semarang), sesuai ankum (Atasan Yang Menghukum)," pungkasnya. (HD)

Foto: ilustrasi

Posting Komentar

0 Komentar