Ads Atas

header ads

Dana PIP Di SDN Cipayung Girang 1 Diduga Diselewengkan Kepala Sekolah

KAB.BOGOR - Bantuan siswa miskin (BSM) yang digelontorkan oleh pemerintah melalui Program Indonesia Pintar Tahun ajaran 2015/2016 di SDN Cipayung Girang 01, di Kampung Ciletuh RT 04/01, Desa Cipyung Girang, Kecamatan Mega Mendung Kabupaten Bogor diduga diselewengkan kepala sekolah.

Sebab, hingga saat ini dana tersebut belum diterima oleh 77 siswa penerima haknya. Padahal dana tersebut telah dicairkan oleh kepala sekolah melalui salah satu bank yng ditunjuk sejak tanggal 26 Februari 2016.

Sedangkan didalam Juklak Juknisnya sudah jelas tercantum peraturan bahwa dana yang sudah dicairkan oleh penerima kuasa harus segera diberikan kepada siswa penerima yang bersangkutan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pencairan kolektif, dan pelaporan pencairan kolektif dilakukan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah pencairan kolektif ke Dinas Pendidikan setempat.

Ketika ditanyakan oleh orang tua murid pada bulan mei lalu, kepala sekolah berdalih bahwa dana tersebut belum dicairkan. "Saat saya konfirmasi ke BRI bahwa dana tersebut telah dicairkan oleh kepala sekolah pada tanggal 2 Pebruari 2016,"kata salah satu orang tua murid yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Kemudian, lanjutnya, setelah kepala sekolah mengetahui bahwa kami telah memiliki bukti pencairan dirinya berjanji akan membagikan dana tersebut pada akhir bulan mei. "Setelah saya tunjukan bukti pencairan dari bank, Kepala sekolahnya janji mau membagikan dana itu akhir bulan mei atau seminggu sebelum puasa,"tambahnya.

Atas kejadian tersebut para orang tua murid sepakat untuk langsung melaporkan hal ini ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) dinas pendidikan Kecamatan Megamendung. "Kepala UPT nya cuma bilang, nanti kami coba selesaikan secara internal," ujarnya menirukan Kepala UPT.

Menurutnya, setelah tiba waktu yang dijanjikan, kepala sekolah hanya menitipkan dana tersebut kepada salah satu orang tua murid namun hanya untuk 22 siswa. "Sedangkan seharusnya sesuai total keseluruhan ada 77 siswa penerima, dan kami pun menolak uang tersebut karena khawatir jadi kesalah fahaman diantara orang tua siswa lain,"tandasnya.

Saat akan dikonfirmasi, baik kepala sekolah mau pun kepala UPT pendidikan kecamatan Megamendung, hingga saat ini belum bisa ditemui untuk memberikan penjelasan atas hal ini. Bahkan wartawan telah dua kali menemui Kepala UPT, namun selalu tidak ada di tempat.
"Kepala UPT nya sedang keluar mas, iya kami sudah tau permasalahan ini dan sudah di selesaikan," kata salah satu staf UPT.

Terpisah, saat di konfirmasi humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Roni Kusmaya mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak UPT beberapa waktu lalu untuk  mengkonfirmasi masalah ini.

"Pihak UPT mengakui adanya permasalahan ini, dan katanya sudah dilakukan pengembalian oleh kepala sekolah. Namun hingga saat ini belum ada berita acara atau berkas laporan mengenai pengembalian dana tersebut baik dari UPT mau pun pihak sekolah dan kami masih menunggu kelanjutannya," ungkap Roni saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (2/8/16)

Roni menegaskan, jika dalam waktu dekat pihak UPT belum memberikan laporan atau berkas bukti pembagian dana tersebut maka pihaknya akan langsung memanggil langsung kepala sekolah. "Jika dalam waktu dekat UPT tidak bisa menujukan berkas bukti atau berita acara penyelesaian masalah ini, maka kami akan melakukan pemanggilan langsung kepada kepala sekolah," tegasnya. (IB/SU)



Posting Komentar

0 Komentar