Terancam Roboh,Jembatan Leuwi Dingding Akan Dibangun

JAMPANGTENGAH -  Terancam roboh Jembatan tua peninggalan masa penjajahan Belanda yang berada di Kampung Leuwidingding, Desa Tanjungsari  Kecamatan Jampangtengah siap direnovasi. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada tahun 2017 mendatang akan membangun secara permanen jembatan tua dan terancam roboh itu.

Hasil Pantauan 87onlinenews.com jembatan yang beralaskan kayu dan bambu ini satu-satunya jalur pintas yang selama ini dijadikan alat penghubung Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar dengan Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah. Kondisinya yang sudah tua dan terancam roboh membuat khawatir warga sekitar yang melintas terlebih sering terjadi kecelakaan di sekitar jembatan.

Camat Jampangtengah, Anas Anzasmara didampingi Kepala Desa Tanjungsari Dilah Hablillah menjelaskan, jembatan gantung Leuwidingding tidak hanya dipergunakan warga dan petani yang ada dibeberapa di dua desa. Tapi jembatan gantung tersebut menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan warga di Kampung Kebonjati, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar.

"Rencananya pada 2017 Pemda siap membangunan jembatan permanen di Kampung Leuwidingding ini akan dibangun," ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut dikatakan Anzasmara, melihat kindisi jembatan seperti ini bila di biarkan? otomatis sebanyak 1.200 jiwa dari delapan RT di Kampung Leuwidingding terusmenerus akan dihantui rasa cemas apabila melalui jembatan ini. Apalagi jika musim penghujan selain licin warga yang hendak melintas Sungai Cimandiri menggunakan jembatan banyak yang jatuh, ungkapnya.

"Kami telah melakukan koordinasi dengan semua element untuk segera membangun jembatan permanen. Sebab, apabila jembatan tidak segera diperbaiki secara permanen dikhawatirkan terancam ambruk.

Saat ini pihaknya tengah berusaha berkoordinasi dengan Dinas PSDA dan Dinas Bina Marga. Bahkan, pada 2015 PT. SCG  yang letaknya tidak jauh dengan pemukiman warga. Bahkan SCG pernah berniat memberikan bantuan CSR nya sebesar Rp. 200 juta untuk membangun jembatan yang menghubungkan dua kecamatan ini. Namun, kami menolaknya dengan alasan anggaran dikhawatirkan tidak mencukupi sehingga dapat menimbulkan kecemburuan dari warga."Kita kumpulkan semua anggran, jika sudah diprediksikan cukup kami akan segera membangunnya," imbuhnya.

Terpisah, Ketua RT Kampung Leuwidnding Dian mengatakan, saat ini kondisi bangunan jembatan gantung yang memiliki panjang 40 meter dengan lebar 1, 20 meter tersebut kondisinya sudah menghawatirkan tali penguatnya pun sudah berkarat alasnya pun sudah benyak yang bolong. Bila tidak segera dilakukan perbaikan secara permanen dikhawatirkan bangunan jembatan tiba-tiba ambruk sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.

"Untuk itu, warga mendesak kepada pemerintah untuk percepatan pembangunan jembatan gantung yang berada di atas Sungai Cimandiri ini. Agar akses lalu lintas warga di dua desa berjalan lancar juga tidak di bayangbayangi kewaswasan.

Dian menambahkan, jembatan Leuwidingding yang di bangun pada 1927 oleh negara Belanda ini, banyak bermanfaat untuk warga untuk askes menjual hasil pertanian dan bahan pokok. "Kondisi jembatan seperti ini banyak menimbulkan kecelakaan. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi sudah puluhan warga yang jatuh bahkan hingga terperosok masuk ke kedalam sungai Cimandiri," pungkasnya. (Dede R)

Posting Komentar

0 Komentar