Ads Atas

header ads

Puluhan Rumah Di Cibedug Diterjang Puting Beliung

KAB.BOGOR — Sedikitnya 40 rumah di Desa Cibedug, Kcamatan Ciawi, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung, Kamis (28/07/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor saat dimintai keterangannya membenarkan adanya peristiwan tersebut.

Namun, pihaknya mengaku masih belum dapat memastikan berapa jumlah rumah warga yang rusak pada bagian atap ataupun dinding akibat tertimpa pohon-pohon yang tumbang diterjang angin.

"Data sementara terdapat lebih dari 40 rumah yang rusak sedang hingga berat. Data kerysakan dan kerugian material masih kami susun. Saat ini kami masih fokus evakuasi," ujar Budi Aksomo, Jumat (29/07/2016).

Tidak ada korban jiwa dala peristiwa tersebut, hanya 2 orang warga terluka, Mumun (56) dan Mala (80). Keduanya sudah diperbolehkan pulang setelah dirawat di puskesmas terdekat. Hanya luka ringan.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) stasiun Klimatologi Dramaga telah memprediksi akan adanya cuaca ekstrem di wilayah Bogor dan sekitarnya dalam beberapa minggu ke depan.

Cuaca ekstrem terjadi lantaran adanya masa transisi peralihan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau di bulan Oktober mendatang.

"Minggu-minggu ini merupakan penghujung musim penghujan sehingga kondisi cuaca akan lebih ekstrem disertai dengan angin kencang," ujar Dedi Sucahyono Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga.

Dedi menerangkan bahwa di masa transisi atau disebut pancaroba masyarakat bisa melihat secara gamblang perubahan cuaca secara drastis. Contohnya, di siang hari cuaca begitu terik hingga menyengat, tetapi pada petang hari tiba-tiba saja hujan deras dengan disertai angin kencang.

Dijelaskan Dedi hal tersebut terjadi lantaran awan-awan yang terbentuk pada masa transisi merupakan awan-awan hujan konvektif yang berpotensi menimbulkan petir dan hujan lebat. Angin puting beliung sendiri tercipta pada saat terjadinya pertukaran suhu udara.

Lebih lanjut pihaknya menghimbau pada masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah perbukitan atau dataran tinggi agar lebih waspada terhadap musim pancaroba.

"Masyarakat yang tinggal di perbukitan atau di wilayah dataran tinggi harus lebih mewaspadai bencana tanah longsor atau angin puting beliung. Sedangkan masyarakat yang tinggal di wialayah dataran, terutama di sepanjang aliran sungai (DAS) harus mewaspadai bencana banjir," pungkasnya. (IB)

Posting Komentar

0 Komentar