Ads Atas

header ads

Petugas BPBD Kabupaten Bogor Dilarang Cuti

KAB.BOGOR - Seluruh personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor disiagakan selama Hari Raya Idul Fitri. Mereka dilarang cuti Lebaran dan diwajibkan siaga 24 jam dengan piket secara bergilir memantau bencana yang kemungkinan terjadi saat sebagian masyarakat Kabupaten Bogor sedang mudik ke kampung halaman masing-masig.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Satlakar BPBD Kabupaten Bogor, Budi Aksomo."Kita tidak mengenal libur, 149 personil Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah disebar di pos masing-masing diantaranya pos komando di Cibinong, wilayah selatan di Ciawi dan wilayah barat di Leuwiliang serta jalur Transyogi. Dan saya tegaskan kepada anggota tanpa kecuali. Tidak boleh ada yang cuti,"tegas Budi Aksomo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/6/2016).

Menurutnya, hal tersebut untuk memberikan ketenangan dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor yang meninggalkan rumahnya untuk mudik lebaran.

"Tapi yang jelas, tanpa ada kegiatan atau momen hari raya pun setiap hari kami selalu siaga 24 jam. Karena musibah atau bencana bisa terjadi kapan saja. Dan untuk mengetahui keadaan cuaca, kami bersama BMKG terus melakukan pemantauan selama 15 hari kedepan,"ungkapnya.

Selain mengerahkan personil, pihaknya juga mempersiapkan 11 unit mobil operasional untuk bencana, 18 unit mobil pemadam kebakaran termasuk salah satu diantaranya mobil pemadam kebakaran yang baru dengan kapasitas 5500 liter air hingga kendaraan roda dua.

"Kami juga bekerjasama dengan dinas terkait diantaranya Dinas Bina Marga dan Pengairan yang mempersiapkan alat berat di tiga titik rawan longsor diantaranya, transyogi dan puncak pass apabila ada longsor dan sebagainya. Kami juga melakukan koordinasi dengan BPBD wilayah Cianjur,"paparnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Ia berpesan kepada warga masyarakat agar tidak membakar petasan. Karena sangat dimungkinkan saat malam takbiran masyarakat selalu identik dengan membakar petasan atau kembang api yang sering kali menimbulkan terjadinya kebakaran. "Karena itu, dihimbau kepada masyarakat agar tidak membakar petasan atau kembang api pada saat malam takbiran,"ujarnya.

Selain hal tersebut, lanjut dia, Bagi masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar mematikan listrik yang tidak terpakai. Apalagi bila ada peralatan lektronik yang di nyalakan dalam jangka waktu lama, hal itu akan memicu kebakaran. "Karena 90 persen kebakaran yang terjadi selama ini disebabkan terjadinya arus pendek atau korsleting listrik,"jelasnya. 

Terakhir, Budi menambahkan agar para pemudik tetap waspada dalam perjalanan saat melintasi jalur rawan lobgsor yaitu, jalur Jalur Puncak, Jalur Transyogi diantaranya Cariu dan Tanjungsari. "Untuk jalur selatan, saya rasa cukup aman. Tetapi untuk jalur Puncak 2  saat ini memang belum direkomendasikan untuk dilalui, jadi disarankan tidak melalui jalur tersebut. Namun jika ada yang terpaksa harus melintasi jalur tersebut silahkan saja, tapi harus tetap berhati-hati,"pungkasnya. (Ibra)

 


Posting Komentar

0 Komentar