Ads Atas

header ads

Kades Sukaharja: Penggunaan Dana Desa Masih Perioritaskan Untuk Pembangunan Infrastruktur

KAB.BOGOR - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor kembali mengalokasikan Dana Desa (DD) yang diterimanya untuk pembangunan Jalan, DD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu dipergunakan untuk pembangunan jalan di 3 lokasi di antaranya Jalan Colen yang melintas Kampung Pasiran Tengah yang membelah gunung untuk menghubungkan dengan kampung Tapos, selanjutnya Jalan sepanjang 512 meter di Kampung Gati Selaawi dan ketiga yaitu Jalan Cipinang Gading yang menghubungkan dengan Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Desa (kades) Sukaharja saat dijumpai dilokasi pembangunan Jalan Gati selaawi yang di dampingi oleh tokoh masyarakat setempat, Ahmad Soleh, Sabtu (23/07).

Menurut Kades, anggaran DD yang diterima sebesar Rp. 415 juta termin pertaman tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan di 3 lokasi, namun melihat kondisi lingkungan yang ada seperti jalan Slaawi-Gati sanjang 512 meter yang hanya dialokasikan anggaran sebesar Rp.190 juta tidaklah cukup, itu pun belum termasuk TPT RW 05 dan  RW 07 sebanyak 2 titik.

"Sebenarnya pihak kecamatan menyarankan hanya 2 lokasi untuk tahun ini yang dibangun mengingat kebutuhan dari jalan tersebut sangat besar, namun jika dikorbankan salah satu tidaklah mungkin karena masyarakat sudah menunggu dan sama-sama harus diperioritaskan. Saya mengambil langkah strategis untuk menutup kekurangan anggaran yang ada agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi didalam sektor infrastruktur, sehingga ketiga lokasi tersebut tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana,"ucapnya.

Disamping itu, Santoso mengatakan bahwa perbaikan jalan Gati Selaawi ini sudah lama di harapkan oleh masyarakat, karena selama ini masyarakat terisolir disebabkan jalan lingkungan tidak memadai, yang merupakan jalan setapak dengan kondisi rusak parah.

"Saat ini jalan dibangun dengan lebar 2,5 meter berikut Tebing Penahan Tanah (TPT) nya, jika tidak dibangun TPT sebagus apapun jalan yang dibangun tetap akan hancur di gerus air. Walaupun didalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) tidak ada pembangunan TPT, akan tetapi saya mengambil langkah supaya TPT dibangun sebagai penguat jalan tersebut,"tuturnya.

Hal inipun diperkuat oleh Tokoh masyarakat di wilayah ini Ahmad Soleh, Menurut pria yang pernah menjabat sebagai RW selama periode 13 tahun di era kepimimpinan Kades yang sebelumnya ini mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi ketika usulan masyarakat di wilayah ini akhirnya terpenuhi untuk pembangunan jalan, sebab di era kepemimpinan Kades-kades sebelumnya pembangunan jalan ini tidak pernah terealisasi.

"Saya sebagai tokoh masyarakat sekaligus mewakili ketua RT dan RW serta masyarakat diwilayah ini sangat berterima kasih kepada pemerintah desa, terutama kepada Pak Kades yang telah merealisasikan pembangunan jalan ini. Dahulu jalan ini sangat sulit  dilewati hanya jalan tanah berbatu, maka dari itu dahulu pernah dibangun jembatan bambu untuk warga terutama anak-anak sekolah bisa melintas karena usulan kami tidak dipenuhi. Namun saat ini jembatan sudah dibangun dengan beton dan saat ini jalan lingkungan sudah dibenahi,"ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai ketua RT selama 3 periode ini.  (Sum/Ibra)

Posting Komentar

0 Komentar