Ads Atas

header ads

Biaya Seragam Sekolah SMP Negeri 1 Cibinong Dinilai Tidak Wajar

KAB.BOGOR - Biaya pengadaan seragam sekolah bagi murid di SMPN 1 Cibinong dinilai tidak wajar dan dirasa memberatkan orang tua siswa, pasalnya dengan dana sebesar Rp.1.170 ribu rupiah seorang siswa hanya memperoleh seragam batik dan kerudung. Padahal, dalam kwitansi yang dikeluarkan oleh Koperasi SMPN 1 Cibinong disebutkan untuk satu paket seragam, map raport dan psikotes. 

"Saya rasa tidak wajar kalau uang sebanyak itu hanya untuk seragam batik dan kerudung, kalau berikut seragam nasional yakni biru putih dan seragam pramuka itu sih wajar. Tapi anak saya hanya mendapatkan seragam batik, seragam olahraga dan kerudung," kata orang tua murid yang enggan disebutkan identitasnya, Rabu (20/07/2016).

Ketika dikonfirmasi hal ini kepada pihak sekolahan, Humas SMPN 1 Cibinong Muda Sirait mengatakan, dirinya tidak tahu persis terkait dengan pengadaan seragam bagi siswa didik baru. Karena menurutnya, pengadaan seragam dikelola oleh Koperasi sekolah.

Ketika Muda Sirait memanggil Asep selaku pengelola Koperasi, Asep mengatakan jika uang sebesar Rp.1.170.000 rinciannya adalah untuk seragam SMP Nasional yakni Putih Biru, baju batik, baju kotak-kotak dan baju olahraga. "Kalau yang Rp.1.170.000 itu untuk perempuan, karena perempuan memakai lengan panjang, tetapi kalau untuk laki-laki Rp.950 ribu," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/7/16).

Dengan jumlah siswa didik baru yang mencapai 34 siswa dikalikan 9 lokal atau totalnya 306 siswa, maka dana yang terkumpul bukanlah dana yang sedikit.

Terpisah, humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Roni Kusmaya ketika dikonfirmasi mengatakan, biasanya sekolah negeri tidak pernah menyedikan seragam nasional dan seragam pramuka. "Kalau seragam nasional dan pramuka itu banyak yang jualan, tapi kalau seragam olahraga dan seragam batik SMPN 1 Cibinong hanya ada di SMPN 1 Cibinong, tidak mungkin ada dipasaran," jelas Roni.

Roni juga menyebutkan, jika benar adanya demikian, maka sangat tidak masuk akal jika uang sebesar Rp 1.170.000 hanya untuk seragam batik dan seragam olahraga saja. "Tidak masuk akal dengan uang sebesar itu hanya dapat dua seragam, kalau empat seragam wajar lah. Tapi pasti ada item yang lain, coba kroscek ke komite sekolah, saya juga akan kroscek ini kepada kepala sekolah," tandasnya. (AR/IB)

Posting Komentar

0 Komentar