Bangunan Masjid Milik Jamaah Ahmadiyah Disegel Satpol PP

SUKABUMI - Sebuah bangunan mesjid milik Jemaat Ahmadiyah yang berlokasi di kampung Parakan Salak, Desa Parakan Salak, Kecamatan Parakan Salak, Kabupaten Sukabumi di segel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (26/7/16).

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda (Gakda) Satpol-PP Kabupaten Sukabumi, Boyke menuturkan, kegiatan penyegelan dilakukan atas dasat pengaduan dari masyarakat serta sebagai tindakan hukum dari pemerintah kabupaten Sukabumi karena dianggap telah melanggar Perda Kabupaten Sukabumi No 10 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

"Dari hasil laporan tersebut,  kemudian kami melakukan rapat koordinasi bersama pihak kepolisian. Dan, sesuai dengan surat perintah Bupati Sukabumi, melalui surat bernomor: 800/1853-Pol PP tanggal 25 Juli 2016. Akhirnya kami lakukan penyegelan terhadap masjid ini," tuturnya.

Boyke juga mengungkapkan,  pihaknya tidak khawatir dengan ancaman jamaah Ahmadiyah yang akan melaporkan tindakan penyegelan ini kepada pimpinan pusat.

"Walau pun saat melakukan penyegelan ada yang akan melaporkan tindakan ini, kita tidak tahu mereka akan melaporkan kemana. Yang jelas, kami melaksanakan tugas sebagai penegak perda dan dan ini sudah menjadi kesepakatan unsur pimpinan," ungkapnya.

Dia menegaskan, jika ada  yang  membuka segel dari pihak manapun maka akan dilakukan tindakan tegas karena hal tersebut sudah merupakan kategori tindak pidana.

"Kami dari tim, baik Satpol PP,  Kepolisiaan dan dari unsur lain berharap mereka yang berkepentingan terhadap  bangunan tersebut untuk tidak melakukan pengrusakan segel. Karena di dalam Perda sudah jelas aturannya, " tegas Boyke.

Untuk mengamankan situasi dan mengantisipasi terjadinya konflik, penyegelan tersebut melibatkan sekitar 160 aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi dan Polres Sukabumi dan Polsek setempat.

Ditempat terpisah, Kepala desa Parakansalak Budi mengatakan, meski pihaknya sudah berulang kali memberikan himbauan dan peringatan, namun tetap saja masih ada aktivitas beribadah Jamaah Ahmadiyah termasuk adanya renovasi masjid.

"Masyarakat sudah resah dengan adanya aktivitas tersebut, hingga akhirnya tanpa sepengetahuan kami, mereka melayangkan surat kepada pemerintah daerah dan sekarang dilakukan penyegelan oleh pihak Pol-PP Kabupaten," tandasnya.(A W)

Posting Komentar

0 Komentar