Ads Atas

header ads

Menjelang Idul Fitri, Modus penipuan Hipnotis Mengintai masyarakat Kota Bogor

BOGOR KOTA - Modus penipuan dengan cara hipnotis dalam mencari sasarannya bisa menimpa siapa saja, terbukti korban penipuan dengan modus ini menimpa seorang korban bernama Nasti  (25) seorang karyawan swasta disekitar Warung Jambu Kota Bogor, tepatnya di dekat SMP PGRI 6 Jalan Pandu Raya Indraprasta sekitar 300 meter dari lampu merah Warung jambu sekitar pukul 16:00 WIB yang didekati oleh orang tidak dikenal berpura-pura menanyakan alamat, Rabu (29/06).

Menurut Korban, pelaku berusia sekitar 50 tahun berperawakan kurus tinggi sekitar 165 cm mendekati korban dengan berpura-pura menanyakan alamat, korban ketika itu menjawab tidak mengetahui alamat yang ditanyakan pelaku namun kemudian datang seseorang yang diduga teman pelaku berusia sekitar 30 tahun yang langsung mengobrol bertiga antara pelaku dan korban.

"Karena saya bilang tidak tahu alamat yang ditanyakan, makan pelaku bapak-bapak tersebut kembali menanyakan masih puasa dan saya jawab masih dan pelaku mengajak salaman sembari bapak itu berujar alhamdulillah kalau masih puasa, saya mau balik aja ke Cianjur,"ucapnya seraya menirukan perkataan pelaku.

Setelah bersalaman, salaman , korban malah mengikuti pelaku yang menjadi dua orang tersebut untuk mengantarkan ke pengeteman angkutan umum trayek 09 menuju Terminal Baranang Siang Bogor."Saya disitu mengikuti saja arah langkah orang tersebut hingga ke pangkalan Angkot 09 dengan keadaan antara sadar dan tidak sadar. Saya hanya mengingat diberikan kertas dan orang itu menyuruh menulis sesuatu, tapi saya tidak ingat apa yang saya tulis di kertas itu. Dilokasi menunggu angkot yang menuju terminal, saya di suruh jalan dan barang-barang milik saya berupa Tas warna Coklat, Dompet yang berisi KTP, I'd Card, name Tag, kartu ATM CIMB Niaga dan kartu NPWP berserta plastik yang berisi belajaan berupa baju, celana dan jaket di berikan kepada orang tersebut,"urainya.

Lanjut korban menjelaskan, setelah beberapa langkah dirinya baru tersadar dan kembali ketempat semula akan tetapi kedua orang tersebut menghilang."Saya sadar setelah beberapa langkah meninggalkan tempat dimana kita berdiri bertiga dan kembali, kedua orang tersebut sudah tidak berada di tempat. Saya menanyakan kepada orang yang melihat saya bersama dua orang yang menanyakan bahwa kedua orang tersebut jalan menyebrang arah plasa jambu dua. Sontak saya kaget mencari kedua orang tersebut dan tetapi tidak ditemukan batang hidungnya,"jelas korban.

Korban langsung melaporkan peristiwa yang dialaminya kepihak penyidik Polsek Bogor Utara dan menjelaskan peristiwa yang dialaminya, untuk sementara petugas kepolisian Bogor Utara memberikan surat keterangan laporang kehilangan dengan nomor: SKTL/1480/VI/2016/SEKTA BOUT untuk dapat mengurus surat-surat penting yang hilangh dibawa pelaku.

Korban mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah karena uang yang didalam rekening sempat ditarik pelaku melalui ATM bersama sesuai keterangan dari pihak Bank CIMB Niaga pada saat ditelpon untuk meminta blokir PIN korban. Sayangnya pelaku terlebih dahulu menarik uang korban sebelum diminta pemblokiran oleh korban melalui Call Centar CIMB Niaga. (Sum)

Posting Komentar

0 Komentar