Gunakan Atribut Militer Puluhan Anggota Ormas Dilucuti Petugas -->

Adsense




Gunakan Atribut Militer Puluhan Anggota Ormas Dilucuti Petugas

87 Online News
Minggu, 28 Februari 2016

SUKABUMI - Satuan Anggota Komando Distrik Militer 0607 Sukabumi beserta Anggota Kepolisian Polsek Cibadak, menggerebeg markas Organisasi Kemasyarakatan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia ( Ormas PKRI ) Yon Serna Trikora yang terletak di Kampung Ciheulang Tonggoh RT 02/03, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (28/2). Penggerebekan dipimpin Pasi Intel Kodim 0607/Sukabumi, Kapten Gessing.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, penggerekegan tersebut berawal dari laporan warga yang merasa resah dengan keberadaan dan kegiatan dari ormas tersebut. Mereka dilaporkan warga selain melakukan latihan ala militer, juga menggunakan atribut militer sebagai seragam kebesarannya.

Pantauan 87 Online dilokasi penggerebekan, puluhan anggota ormas PKRI sedang berkumpul di lapangan Volly yang berada di samping markasnya. Saat dikumpulkan, ormas tersebut sedang mengenakan atribut lengkap layaknya anggota militer dan akan melakukan long march dari markasnya menuju Kecamatan Cisolok, Palabuhan Ratu dengan menempuh jarak kurang lebih 75 KM. Namun, sebelum melakukan kegiatannya, petugas dari Kodim 0607 Sukabumi beserta Anggota Kepolisian terlebih dahulu melakukan penggerebekan ke markas tersebut.

Ketua RW 03, Endang (55) menuturkan, bahwa kegiatan ormas PKRI ini memang sangat meresahkan. Tetapi dirinya belum sempat melaporkan kepada aparat setempat tentang adanya kegiatan tersebut dikarenakan kondisinya sedang sakit."Akan tetapi, banyak warga yang melaporkan dan menanyakan tentang kegiatan yang dilakukan serata berpakaian seperti militer. Saya belum sempat melaporkan ke pihak aparat, ternyata ada peristiwa penggerebekan yang dilakukan oleh anggota Kodim dan kepolisian,"tuturnya.

Sementara itu, Sutisna (45) salah seorang anggota PKRI mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa atribut yang dia kenakan dan dilucuti oleh petugas itu menyalahi aturan. Menurutnya, Ia baru ikut bergabung sekitar 2 minggu."Saya tidak mengetahui hal itu, karena saya baru saja bergabung sekitar 2 minggu yang lalu,"ungkapnya kepada 87onlinenews.


Lanjut, Sutisna mengatakan bahwa saat ikut bergabung, dirinya dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu. "Ada juga yang membayar 500 ribu, bahkan sampai yang 1 juta. Sedangkan untuk uang seragam, sebesar 1,2 juta rupiah,"tuturnya. Dia mengaku, alasan bergabungnya menjadi ormas tersebut, dikarenakan di iming-imingi akan mendapatkan gaji yang lumayan besar.

Untuk diketahui, dalam Pasal 59 Ayat 1b, Undang-undang nomor 17 Tahun 2013 tentang Penggunaan Atribut militer. Bahwa warga sipil maupun ormas dilarang menggunakan pakaian atau seragam yang menyerupai pakaian dinas militer.

Atribut ala militer yang digunakan oleh ormas yang menamakan diri Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) mulai dari pakaian dinas harian (PDH) hingga pakaian dinas lapangan (PDL) 90 persen hampir menyerupai pakaian dinas anggota TNI tersebut langsung dilucuti oleh Anggota Kodim 0607/Sukabumi dan Anggota Kepolisian Cibadak. (SY/DD)