UPDATE

header ads

Taman Kota Di Bogor Jadi Sorganya PKL,Tukang Parkir Liar Dan Tempat Mesum

KOTA BOGOR - Program sejuta taman untuk memperindah Kota Bogor yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Bogor seperti Taman Kencana dan Taman Ekspresi menjadi daya tarik tersendiri bagi warga masyarakat. Terlebih setelah di revitalisasi, taman tersebut terlihat lebih rapih dan bersih. Apalagi ketika pada malam hari, taman-taman ini dihiasi oleh lampu-pampu warna warni mempercatik suasana taman sehingga siapapun yang melintasinya pasti berkeinginan untuk menikmati keindahan malam dibawah kerindangan pepohonan dengan angin yang sejuk.

Akan tetapi, apabila program pemerintah Kota Bogor ini tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat Kota Bogor dalam menjaga dan melestarikan ruang publik sebagai sarana umum, maka tidak akan tercapai program yang dicanangkan pemerintah karena masyarakat Kota Bogor sering menyalahgunakan keberadaan taman-taman ini dan menjadikan taman-taman yang ada untuk beraktivitas tidak semestinya, seperti keberadaan pasangan muda-mudi yang sering terlihat berduaan di tengah temaram lampu baik pasangan lain jenis maupun sesama jenis. Belum lagi keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para petugas parkir liar yang memanfaatkan pengujung.

Pemandangan ini sangat terlihat baik pada malam hari maupun siang hari baik di Taman Kencana maupun Taman Ekspresi,"Selain banyaknya PKL yang berjajar juga banyak petugas parkir yang bermunculan dengan memanfaatkan pengunjung taman yang kebanyakan menggunakan kedaraan bermotor roda dua dan roda empat. Tidak diketahui retribusi parkir ini tidak jelas masuknya kekantong siapa,"ujar Rangga salah seorang pengunjung, warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, kepada 87onlinenews.com, Sabtu (23/1/16).

Hal ini yang sama juga dikeluhkan oleh Yuyun (34) salah satu warga Kedung Halang yang sengaja datang ketaman ini bersama keluarga untuk menikmati keindaham malam Kota Bogor dan warna warni lampu taman. Ketika melihat kenyataan dilapangan, dirinya merasa sedikit kecewa melihat kondisi yang ada, apa lagi ketika hendak pulang petugas parkir meminta uang parkir tanpa karcis dan sedikit memaksa.

"Saya tadi ingin menikmati malam saja bersama keluarga, karena mendengar taman ini sudah bagus dan kalau malam hari indah dengan lampu warna-warni. Saya berpikir seperti di Bandung, ternyata jauh berbeda dari kenyamanan dan sebagainya karena untuk parkir saja susah sudah dipenuhi PKL dan petugas parkirnya juga memaksa,"ucap Yuyun.

Disini, lanjut dia, seharusnya peran pemerintah bagaimana caranya bisa menyipakan tenaga untuk pengamanan seperti menggunakan jasa Satpam ataupun Satpol PP yang harus siap berjaga di taman tersebut, mungkin bisa dari dana APBD Kota Bogor yang dapat dikeluarkan untuk mengaji jasa petugas tersebut."Seharusnya ada petugas keamanan untuk besiaga di tempat ini guna memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang berkunjung kesini dan jika memang harus diadakan retribusi parkir langsung di kelola oleh Pemkot Bogor, kan lumayan buat PAD Kota Bogor,"tuturnya. 

Sementara itu, menurut Maman (31) penjual nasi goreng di kasan tersebut mengungkapkan, kalau setiap malam kebanyakan pasangan muda mudi yang nongkrong di Taman Kencana dan Taman Ekspresi yang kerap melakukan perbuatan asusila, bahkan seperti pasangan sesama jenis dan membawa minuman."Kalau malam banyak sekali pasangan muda mudi yang melakukan tindakan asusila dan meminum minuman keras, entah apa itu yang jelas mengandung alkohol yang di masukan kedalam plastik dan tidak menggunakan kemasan botol lalu menuangkannya ke gelas air mineral,"ungkapnya.

Lanjut Maman mengatakan bahwa aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap malam terkadang hingga larut malam bahkan mencapai jam 2 atau 3 pagi."Mereka masih banyak berkumpul dari sini, pemerintah harus bisa melindungi muda dan mudi Kota Bogor agar tidak terjerumus kedalam narkoba yang marak terjadi di Indonesia,"pungkasnya.

Reporter: Yuni BN







Posting Komentar