UPDATE

header ads

Menuju Desa Mandiri, Desa Sukamahi Terus Berbenah

Kantor Desa Sukamahi, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
KAB.BOGOR - Sesuai dengan yang diamanatkan pemerintah, dalam hal ini dari Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal bahwa desa yang ada di seluruh Indonesia harus lebih mandiri, maju dan sejahtera. Dikarenakan seluruh desa saat ini telah mendapatkan berbagai program untuk kemakmuran desa serta mensejahterakan masyarakatnya. Dengan dana yang telah di terima baik anggaran dari Pusat, Provinsi maupun dari APBD Kabupaten. Maka dengan itu, Kepala Desa (Kades) harus mempertanggung jawabkan dana yang telah diterimanya.

Seperti halnya yang tengah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Pihaknya memanfaatkan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) tahun 2015 melalui pembangunan lantai dua kantor desa.
"Ruangan tersebut nantinya akan digunakan untuk aula, ruangan PKK, BPD, LPM dan Poskamdes, sementara untuk pelayanan dan ruangan Kepala Desa tetap menggunakan lantai satu,"jelas Kepala Desa (Kades) Sukamahi, Encep Subandi, Kamis (21/1/16).

Menurutnya, untuk pembangunan kantor desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 8300 jiwa di 23 RT dari 5 RW ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 215 juta. "Pembangunan pertama pada tahun 2014 menggunakan anggaran sebesar Rp 60 juta yang merupakan dana limpahan dari kepala desa sebelumnya, untuk tahun ini menggunakan dana banprov sebesar Rp100 juta di bantu swadaya,"paparnya.

Encep Subandi juga mengatakan, bahwa Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam merealisasikan anggaran yang bersumber dari APBN, APBD I, APBD II dan PADes, sesuai dengan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RPKDes) sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Untuk penggunaan Dana Desa dari APBN yang di terima tahun anggaran 2015 dipergunakan untuk pembangunan jalan lingkungan di dua RW yaitu, di RW 02 membawahi 3 RT dan di RW 05 membawahi 4 RT. Kekurangannya masih dilanjutkan untuk daftar usulan rencana pembangunan pada tahun 2016 ini sesuai usulan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang Des) yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu,"katanya.

Untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2015, pihaknya telah merealisasikan sebayak 25 unit."Namun masih ada 50 unit RTLH yang belum tercapai. Kalau dari data base, total RTLH di desa ini sebanyak 142 unit. Karena realisasi dari tahun ketahun, sedikit demi sedikit berkurang sehingga sampai saat ini sisanya tinggal 50 unit lagi,"ungkapnya.

Dalam Musrenbang program kerja tahun 2016 lanjutnya, diusulkan untuk pengerasan jalan desa dengan hotmix dengan panjang lebih kurang sekitar 300 meter, disamping kebutuhan untuk pengerasan dan pembangunan jalan lingkungan. "Semua usulan masih ditujukan pembangunan infrastruktur, termasuk pemasangan paralon untuk aliran air di sepuluh titik, pembangunan posyandu di dua wilayah yaitu di Kampung Kebon Jengkol RT 02 RW 04 dab di RT 03 RW 02,"pungkasnya. (Kus)





Posting Komentar