Breaking News

Oknum Pelaksana Proyek Peningkatan Jalan Provinsi Diduga Lakukan Pungli

KAB.BOGOR - Dugaan adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum pelaksana proyek tender peningkatan jalan Provinsi Parung - Gunung Sindur kepada para pengusaha dan warga yang ada di sekitar jalur tersebut membuat sejumlah pihak resah dan mempertanyakan kewenangan oknum tersebut.

"Sejumlah warga dan pengusaha memang mengeluhkan adanya pungutan tersebut, karena permintaan biaya pungutannya sangat tinggi, sampai puluhan juta rupiah," terang Suparman Nurjaman kepada 87Online News, Kamis (12/08/2015).

Suparman memaparkan, alasan oknum tersebut melakukan pungutan kepada warga dan pengusaha guna memperbaiki dan menyambungkan badan jalan yang sedang di beton atau dicor dengan akses ke lokasi warga atau pengusaha. "Cuma oknum ini meminta diluar batas kewajaran dan cara memintanya tidak pakai prosedur resmi, bahkan dengan kata-kata yang tidak beretika," papar lelaki yang juga Ketua PK KNPI Gunung Sindur sambil menunjukan beberapa bukti kaitan pungli tersebut.

Suparman meminta agar permasalahan ini segera di selesaikan, karena menurutnya hal itu bisa menghambat proses pembangunan jalan provinsi yang sedang di kerjakan. "Laksanakan dan selesaikan saja dulu proyek tendernya, karena masyarakat Gunung Sindur sudah terlalu lama menderita dengan kondisi jalan yang rusak. Jangan malah sibuk mengurusi pungutan-pungutan ke warga dan pengusaha." Tegasnya.

Sementara itu, M. Yusuf, Kepala Desa Padurenan yang wilayahnya menjadi perlintasan proyek peningkatan jalan provinsi mengaku belum ada koordinasi ataupun bertemu dengan pihak pelaksana ataupun pemenang proyek tender tersebut. "Sampai saat ini belum ada pihak proyek yang melakukan komunikasi langsung ataupun tidak langsung kepada saya. Kalau soal adanya keluhan warga dan pengusaha, saya pun sudah menerima hal itu," ungkapnya.

Saat wartawan ingin mengkonfirmasi hal tersebut, di lokasi pekerjaan proyek tidak ada pelaksana yang dapat ditemui karna hanya ada para pekerja.

Reporter: Kuncir PB/Ibr
Editor : Admin