Breaking News

Harta Dirampas Anak dan Menantu, Seorang Ibu Minta Keadilan

BOGOR KOTA - Miris, seorang ibu meminta keadilan atas perlakuan sang anak dan menantu yakni Yuniati dan Phang Cia Yau (Roy) yang dianggap telah merampas harta peninggalan almarhum suaminya, dan kini anak dan menantunya tersebut tidak diketahui keberadaannya. 

Untuk mengungkapkan kekesalannya, Tan Ai Siam alias Nusida (66) istri dari Alm Khouw Hwai Seng melakukan aksi demo didepan toko milik anaknya Yuniati di salah satu ruko kasawan Warung Jambu Kota Bogor.

Menurut Nusida yang diwakili salah satu anaknya Pue Kiang menjelaskan, aksi tersebut ia lakukan sudah empat hari ini. Hal itu terpaksa dilakukannya karena kecewa terhadap anak dan menantunya yang telah merampas harta benda miliknya, yakni berupa 2 rumah di Pontianak Kalimantan Barat, uang tunai Rp. 325 juta dan juga uang tunai berbantuk Ringgit yang ditaksir sebanyak 2000 hingga 5000 ringgit Malaysia.

"Kami sudah mengujungi rumah Yuniati yang berada di kawasan Poris 3 Cipondoh Tangerang 4 hari yang lalu, namun yang dituju tidak berada di rumah. Bahkan, informasi yang didapat dari tetangganya bahwa rumah kediamannya tersebut sudah di jual," tutur Pue Kiang saat di temui dilokasi aksi sang Ibu, Senin (10/08).

Dia juga menjelaskan, memang rumah ini sudah diberikan kepada anaknya atas nama Yuniati, namun yang berada di Pontianak masih atas nama orang tuanya sehingga mereka belum berhak menjual ataupun memiliki rumah tersebut.

"Selain 2 rumah di Pontianak, Yuniati dan suaminya juga membawa surat-surat berharga milik orang tua seperti Akta kematian, surat kawin orang tua, akta kelahiran dan kartu keluarga," jelasnya.

Dia mengatakan, yang dinginkan orang tuanya adalah untuk meminta kepada anaknya Yuniati dan menantunya untuk mengembalikan haknya dan yang sudah menjadi haknya silakan diambil.

"Mama saya hanya minta tolong dikembalikan haknya dan yang menjadi hak dia silakan diambil," tukasnya.

Lanjut Pue Kiang menjelaskan, selain hartanya di ambil, orang tuanya juga mendapat perlakuan kasar dari Yuniati dan menantunya dengan melakukan tindakan penganiyaan terhadap Mama nya dengan cara menjepit tangan korban ke pintu dan mendoronya kepintu mobil hinga menderita sakit dibagian tangan dan kaki. "Dan kejadian tersebut sudah kami laporkan kepada pihak kepolisian Polsek Bogor Utara, dengan nomor STBL/707/VII/2014/SPK Tanggal 18 Juli 2014. Intinya Mama saya meminta keadilan, karena sebelumnya mendapat ancaman dari Roy yang mengatakan bahwa saya banyak duit, pengacara manapun bisa dibayar untuk kasus seperti ini," ucapnya seraya menirukan perkataan Roy sang ipar yang kini tidak diketahui keberadaannya.

Reporter: Nik/Ib/Rid